Sabtu , 20 May 2017, 01:45 WIB

Harga Bawang Putih Diprediksi Terus Turun

Rep: Binti Sholikah/fauzi ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rakhmawaty La'lang
Pekerja mengangkut bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (17/5).
Pekerja mengangkut bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (17/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia memperkirakan harga bawang putih bakal terus mengalami penurunan hingga Juni. Penurunan harga bawang ini dipengaruhi harga dari tingkat produsen di Cina juga mengalami penurunan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia, Pieko Njotosetiadi, mengatakan, tahun-tahun sebelumnya kenaikan harga bawang menjelang Ramadhan tergolong normal. Tahun ini, Ramadhan bertepatan dengan waktu transisi habisnya masa panen dan menjelang panen bawang putih di Cina sehingga terjadi gejolak harga cukup signifikan.

"Harga di Cina mencapai 3.000 dolar AS per metrik ton. Turun menjadi 2.700 dolar AS turun lagi 1.700 dolar AS, sekarang ini sudah menyentuh 1.000 dolar AS per metrik ton bahkan bisa turun lagi. Nanti Juni sudah menyentuh di bawah 1.000 dolar AS bahkan kira-kira 850 dolar AS per metrik ton," kata Pieko kepada wartawan di sela-sela kegiatan Operasi Pasar yang digelar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Induk Osowinangun Surabaya, Jumat (19/5).

Pieko menyebut Cina sebagai sumber utama impor bawang putih ke Indonesia mencapai 95 persen dari total impor bawang putih. Sisanya 5 persen berasal dari India, Pakistan dan Mesir. Setiap tahun, Indonesia mengimpor bawang putih mencapai 450 ribu ton. Selain untuk konsumsi rumah tangga, bawang putih juga digunakan untuk industri misalnya sebagai bumbu mie instan.

Menurutnya, harga bawang putih dari Cina yang terus turun menyebabkan importir takut untuk mengimpor. Sebab, margin impor bawang semakin kecil, bahkan importir bisa menderita kerugian. Pieko menjelaskan, margin importir dihitung dari harga pokok yang diimpor dikalikan kurs rupiah yang ada. Saat harga bawang putih dari Cina turun importir takut mengimpor sehingga stok kurang.

"Banyak pelaku impor enggak berani ngimpor. Mereka cenderung memilih setelah harga stabil baru impor lagi. Berapa bagian dilihat di gudang enggak ada barangnya itu yang bikin harga tinggi," ujar Pieko.

Di beberapa daerah, harga jual bawang putih mengalami lonjakan. Misalnya, di pasar tradisional Soreang, Kabupaten Bandung naik sebesar Rp 15 ribu menjelang bulan puasa Ramadhan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandyng Poppy Hopipah mengungkapkan komoditas bawang putih mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 15 ribu per kg. Sementara, komoditas seperti cabai merah, tanjung, hijau dan rawit relatif stabil.

Ia menuturkan, biasanya harga bawang putih yang dijual pedagang sebesar Rp 50 ribu perkg sekarang dijual Rp 65 ribu per kg.