Sabtu , 22 April 2017, 01:51 WIB

Banyak Anak Tumbuh Kuntet, Menteri Susi: Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi

Rep: Frederikus Bata/ Red: Budi Raharjo
Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (17/1).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (17/1).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan keprihatinannya atas angka stunting indeks anak-anak Indonesia yang sangat tinggi. Stunting indeks anak-anak di seluruh Tanah Air mencapai 39 persen,

Susi menganalogikan sekitar satu di antara tiga anak Indonesia tumbuh kuntet. “Seperti tikus mati di lumbung padi. Ikan banyak, tapi anak-anak Indonesia tidak cukup tumbuh sehat,” katanya, di Kantor KKP, di Jakarta, Kamis (20/4).

Ia berharap semua elemen di bawah Kementeriannya menyadari hal tersebut. Dengan begitu ada target yang harus dikejar dalam pengelolaan sumber daya ikan dan laut untuk perbaikan gizi masyarakat lokal.

Susi mengatakan KKP baru mencapai 40 persen tambahan tangkapan ikan dari target yang dibuat. Ia menegaskan penangkapan ikan-ikan tersebut bukan semata-mata untuk di ekspor, melainkan menyuplai kebutuhan nasional.

"Bukan berarti kita tangkap terus harus kita ekspor semua. Kita harus ingat ini adalah pangan, kita harus memastikan dulu ini cukup untuk bangsa kita," tuturnya.

Ia menerangkan sejumlah negara akan melakukan moratorium kegiatan ekspor ikan. Negara-negara tersebut antara lain, Cina, Thailand, Vietnam. "Karena mereka sudah habis stok ikannya. Kenapa kita harus jaga? Karena kalau ini terjadi, pressure untuk menangkap ikan di wilayah kita akan lebih besar lagi," ujar Susi mengingatkan.