Kamis , 20 April 2017, 17:08 WIB

Sejumlah Saham Properti Melemah Dampak Kekalahan Ahok, Ini Penjelasannya

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Teguh Firmansyah
Prayogi/Republika
Pergerakan saham (ilustrasi)
Pergerakan saham (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sejumlah saham properti mengalami pelemahan. Seperti APLN atau Agung Podomoro Land Tbk melemah 7 persen di kisaran level 210.

Saham properti yang juga terimbas negatif adalah PP Properti (PPRO) sebesar 0,7 persen, Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 0,18 persen, Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) 1,14 persen, dan Summarecon Agung Tbk(SMRA) 2, persen. Sementara saham raksasa perusahaan properti Ciputra Development ditutup flat di level 1.265.

''Kemungkinan ya terutama APLN mungkin terkait reklamasi yang dibatalkan dengan gubernur Anies (Baswedan),'' ucap Analis Samuel Securities Lana Soelistiyaningsih, saat dihubungi, Republika.co.id, Kamis (20/4). Namun, Lana menilai dampak negatif ini akan temporer. Karena secara umum properti memang belum bergerak signifikan juga.

Analis NH Korindo Bima Setiaji juga mengakui, lesunya sektor properti hari ini merupakan imbas dari kekalahan Ahok. ''Kalau Ahok menang, kemungkinan saham properti seperti APLN bakal naik. Kalau kalah kebalikannya,'' jelas dia.

Di sisi lain, saham -saham yang terkait dengan calon wakil gubernur Sandiaga Uno justru mendapat berkah. PT Adaro Energy Tbk, yang pernah dikomandoi oleh Sandi menguat 5 poin ke level 1840, PT Saratoga ditutup flat di level 3600. Hanya PT Tower Bersama Infrastructure yang ditutup melemah 50 poin di level 5.950.