Sabtu , 18 Februari 2017, 00:11 WIB

Inflasi Pekan Kedua Februari 0,35 Persen

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda
Republika/Agung Supriyanto
 Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan keterangan pers usai Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (16/2).
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan keterangan pers usai Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (16/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi pada pekan kedua Februari ada di kisaran 0,35 persen month to month (mtm). Secara secara year on year (yoy), inflasi berada di kisaran 3,95 persen.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan angka tersebut lebih baik dibandingkan inflasi pada Januari. "Di Januari cukup mengkhawatirkan karena ada di 0,97 persen. Kita lihat sumber-sumber inflasi seperti penyesuaian harga listrik masih ada," jelasnya di Gedung BI, Jumat, (17/2).

Ia menambahkan, beberapa bagian volatile food seperti cabai merah dan cabai rawit turut memberikan kontribusi pada angka inflasi. Meski begitu, daging ayam dan telur ayam justru mengalami deflasi.

Agus menuturkan, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) terjaga sepanjang 2016 di 1,75 persen dari produk domestik bruto (PDB). Hal itu berarti jumlahnya kurang lebih 16 miliar dolar AS.

"Di 2017, CAD kita perkirakan 2,11 persen. Sebelumnya perkiraan kita 2,4 persen. Jadi sedikit membesar dibandingkan 2016 tapi tetap di kondisi sehat dan baik, mungkin jumlahnya dikisaran di atas 20 miliar dolar AS," tuturnya.