Rabu , 03 August 2016, 17:07 WIB

Indonesia Sasar Pasar Aljazair

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/ Widodo S. Jusuf
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menyasar pasar Aljazair. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Aljazair merupakan negara yang strategis untuk memasuki pasar Eropa tanpa hambatan tarif. Dengan demikian, dapat memudahkan ekspor Indonesia ke Eropa maupun pasar non tradisional lainnya.
 
"Lokasi Aljazair strategis, apalagi sudah ada dua perusahaan Indonesia yang sudah investasi disana yakni Pertamina dan Indorama, dan diharapkan nantinya dapat diikuti oleh pengusaha lainnya," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (3/8).

Menurut Airlangga, investasi Indonesia yang sudah ada di Aljazair dapat dijadikan momentum untuk melihat negara tersebut sebagai pasar, dan memiliki potensi logistik untuk masuk ke pasar Eropa. Pemerintah Indonesia juga akan meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Aljazair untuk mendalami potensi investasi di masing-masing negara.

 (Baca Juga: Indonesia-Aljazair Jalin Kerja Sama Industri)

Selain menjadi pasar strategis, Aljazair dapat dijadikan basis produksi untuk memasuki pasar Eropa dan Timur Tengah. Pemerintah  berharap ada investasi Aljazair yang masuk ke Indonesia. Menurut Airlangga, Indonesia menawarkan sejumlah industri potensial yang dapat dimasuki oleh investor Aljazair antara lain industri makanan halal, farmasi, tekstil, dan elektronik.

Sementara itu Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Aljazair telah terjalin lebih dari 50 tahun.

Menurut Harjanto Indonesia dan Aljazair perlu menggali lebih dalam potensi kerja sama kedua negara. Sebab Aljazair hingga saat ini belum menjadi negara mitra dagang utama Indonesia. Namun, Harjanto optimistis Aljazair memiliki potensi yang cukup besar sebagai pasar non-tradisional produk ekspor Indonesia.

Hal ini terlihat dari peningkatan komoditi ekspor Indonesia ke Aljazair pada 2015, seperti lemak dan minyak nabati, sabun, karet, olahan daging dan ikan serta besi baja. Pada 2015 ekspor komoditi tersebut sekitar 20,6 juta dolar AS atau meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.