Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Apakah Pengaruh Jokowi Bisa Buat IHSG dan Rupiah Tumbuh Berkelanjutan?

Jumat, 14 Maret 2014, 22:06 WIB
Komentar : 0
beritajakarta.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat perbankan Agustinus Prasetyantoko, menilai ekspetasi investor terhadap Joko Widodo (Jokowi) memang sangat luar biasa. Sejak pertengahan Februari, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan plus rupiah memang dalam kondisi membaik.

Namun hanya dalam setengah hari Jokowi effect bisa menaikkan angka IHSG mencapai 50 poin lebih. Hal ini menunjukkan investor memiliki harapan luar biasa dengan kehadiran Jokowi. Bahkan sangat jarang investor menyebut capres secara eksplisit seperti ini. 

Menurutnya, Indonesia memang membutuhkan figur presiden yang memiliki legitimasi kuat plus parlemen kuat. Dengan kata lain investor dan pasar butuh kepastian dalam kesinambungan pertumbuhan.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan apakah pengaruh dari pencapresan Jokowi terhadap IHSG dan rupiah ini bisa berkelanjutan?

Ia khawatir ekspetasi besar dengan kenaikan yang meningkat pesat dari indeks saham dan rupiah bisa saja berpengaruh buruk. Bukan tak mungkin ketika IHSG misalnya menyentuh angka lima ribu, bisa kembali turun dengan sangat curam. 

Reporter : Ichsan Emrald Alamsyah
Redaktur : Mansyur Faqih
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...