Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Tahu dan Tempe Naik 100 Persen

Jumat, 13 September 2013, 19:58 WIB
Komentar : 0
RRI.CO.ID
Perajin tahu (Ilustrasi)
Perajin tahu (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Harga tahu tempe disejumlah pasar tradisional di Cianjur, Jabar, Jumat (13/9) naik 100 persen seiring meroketnya harga kedelai di pasaran yang mencapai Rp9000 perkilogram.

Dani Sagina Purnanda (23) pedagang tempe di Pasar Induk Cianjur (PIC), mengatakan, kesulitan untuk menjual tempe pada konsumen dan pelangan. "Harganya naik hingga dua kali lipat, membuat pelanggan enggan untuk membeli tempe. Harga tempe sore ini Rp7.500 persetengah kilogram dari harga semula Rp4.000," katanya, Jumat.

Kesulitan dalam menjual tempe dari pagi hingga sore, tambah dia, terlihat dari stok tempe yang dijajakannya pada hari pertama setelah masal pedagang tahu dan tempe.

Hingga pukul 16.00 dari 100 kilogram tempe, dia hanya bisa menjual 50 kilogram. "Biasanya jam 10 pagi sudah habis, namun hari ini, hingga sore menjelang baru laku satu keranjang atau 50 kilogram," ucapnya.

Kisah yang sama diungkapkan Mumuh (41) pedagang tahu di Pasar Bojong Meron. Satu kantong tahu yang biasanya dijual Rp3.000, naik menjadi Rp4.000 per kantong.

Alhasil banyak pelanggannya yang mengurangi pembelian. Biasanya pembeli membayar lima sampai 10 kantong tahu, namun saat ini hanya membeli dua kantong.

"Hingga siang ini baru terjual 400 biji, biasanya sudah bisa menjual 2000 biji. Sebagian besar pembeli mengeluh mahalnya harga tahu saat ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Kopti Cianjur, Tarmuji menyebutkan, pasca mogok masal pengusaha tempe dan tahu kembali mulai berproduksi. Namun mereka terpaksa menaikan harga tempe dipasaran menjadi Rp3.000 dengan ukuran 13 sentimeter, tempe ukuran 17x25 sentimeter Rp4.000, sedangkan ukuran 20x30 sentimeter Rp8.000.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...