Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Penyebab Nilai Rupiah Terpuruk

Thursday, 22 August 2013, 14:27 WIB
Komentar : 8
Republika/Aditya Pradana Putra
Rupiah
Rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM --  Nilai rupiah makin terpuruk akibat kebijakan impor yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok, kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis.

"Ini merupakan akibat pemerintah menempuh 'policy instant', apa-apa impor. Jadi kebutuhan valuta asing meningkat," kata Harry di Batam, Kamis.

Kebijakan impor, kata Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu, memang dapat bekerja secara instan untuk menurunkan harga kebutuhan masyarakat. Namun, pemerintah tidak memikirkan jangka panjang dari impor, yaitu kebutuhan valuta asing yang meningkat hingga melemahkan nilai rupiah.

"Kebijakan impor menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah. Dan pemerintah bersikap seolah-olah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah merupakan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia (BI) semata," kata dia.

Menurut dia, seharusnya dalam menyelesaikan masalah kenaikan harga, pemerintah lebih bijaksana dengan membuat kebijakan yang pro pada industri lokal seperti penguatan infrastruktur dan tidak bergantung pada impor. "Belanja infrastruktur dinaikan," kata dia.

Infrastruktur yang baik dipercaya dapat meningkatkan investasi dan hasil produksi dalam negeri sehingga pasokan kebutuhan pun tercukupi sehingga impor tidak lagi dibutuhkan.

Senada dengan Harry, anggota DPRD Kota Batam Ricky Indrakari mengatakan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah ikut memicu pelemahan nilai rupiah. Untuk kembali menguatkan nilai rupiah, kebijakan itu perlu ditinjau ulang.

Apalagi di Batam, kebanyakan kebutuhan masyarakat diimpor dari Negari Jiran, seperti buah, minuman kaleng dan tekstil. Padahal kebutuhan itu bisa didapatkan dari dalam negeri.

"Bahkan secara sadar, produk makanan minuman kaleng Singapura dan Malaysia itu sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi setiap orang Indonesia yang akan pulang kampung," kata Ricky.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...

Berita Lainnya

IHSG dan Rupiah Melemah, Ini Langkah BUMN Selamatkan Ekonomi Nasional