Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Pastikan Penetapan KEK Bitung dan Palu

Jumat, 26 Juli 2013, 13:21 WIB
Komentar : 0
setkab.go.id
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) -- Ilustrasi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) -- Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan penetapan Bitung di Sulawesi Utara dan Palu di Sulawesi Tengah, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dua wilayah tersebut dianggap telah memenuhi evaluasi dan memiliki persyaratan memadai.

"Diperkirakan tahun ini yang pasti akan segera kita keluarkan adalah Bitung dan Palu, karena mereka telah siap, bahkan pembangunan jalan tol Manado-Bitung akan dilakukan tahun ini," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi membahas pengusulan KEK di Jakarta, Jumat (26/7).

Hatta mengatakan saat ini sejumlah perusahaan bersiap untuk berinvestasi di kawasan Bitung, sedangkan Palu dianggap cocok sebagai kawasan ekonomi khusus karena memiliki potensi dalam bidang pertanian dan pertambangan. "Perusahaan yang masuk di Bitung, sudah siap. Sedangkan untuk Palu, seluruh prasyarat sudah terpenuhi, kita harapkan daerah tersebut akan berkembang karena memiliki potensi untuk pembangunan smelter," katanya.

Sementara, untuk penetapan Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Maloy di Kalimantan Timur dan Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan sebagai KEK, masih belum dapat dilakukan karena belum memenuhi syarat. "Kami meminta pemerintah daerah untuk melengkapi (persyaratan) seperti Mandalika dan Tanjung Api-Api, ini sudah hampir selesai, tapi masih menunggu blue print atau rencana perluasan pembangunan kawasan. Sedangkan untuk Maloy, kami menunggu konfirmasi pemerintah daerah," ujarnya.

Terkait perkembangan di KEK Sei Mangke, Sumatra Utara, Hatta memastikan masa produksi dari perusahaan yang berinvestasi di kawasan tersebut, PT Unilever, akan dimulai pada Oktober 2014. "Produksi akan mulai Oktober 2014, dan itu akan menjadi satu-satunya perusahaan hilirisasi. Sedangkan, pelabuhan untuk curah segera selesai sebelum Oktober 2014 di Kuala Tanjung, demikian pula pelabuhan samudera dan kontainer mulai dibangun tahun depan," ujarnya.

Hatta mengharapkan kawasan Sei Mangke tersebut akan terintegrasi secara maksimal, dengan wilayah Kuala Tanjung, setelah pengelolaan PT Inalum beralih ke tangan pemerintah pada November 2013. "Kawasan itu akan sangat ideal, karena adanya gerbang barat, selain Kuala Tanjung ada disitu, ada Inalum yang akan kita jadikan industri berbasis mineral alumina dan tentunya hilirisasi," ujarnya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...