Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Persediaan Benih Bawang di Dalam Negeri Mulai Menipis

Jumat, 22 Maret 2013, 13:48 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Petani Bawang Merah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulah petani yang menjual bibit bawangnya berbuntut panjang. Di tingkat penangkar, ketersediaan benih pun mulai menipis. Benih yang ada saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tanam di masa panen Mei mendatang.

"Saya rasa mungkin ada 55 persen petani yang telah  menjual bibitnya," ujar penangkar bibit dari PT Binagloria Enteprindo Agusman Kastojo, Jumat (22/3).

Harga bibit bawang dihargai cukup tinggi saat ini, mencapai Rp 45 ribu per kilogram (kg). Petani diperkirakan telah menjual sebagian besar bibit cadangan yang biasa disimpan di gudang untuk musim tanam berikutnya.

Sejak tahun 2011, pemerintah mengimbau petani untuk juga mempersiapkan bibit secara mandiri untuk menekan biaya produksi. Kini petani hanya mengandalkan produksi bawang hasil tanam bibit bulan ini.

Di tingkat penangkar, harga benih untuk konsumsi mencapai Rp 20 ribu per kg. Sedangkan benih untuk dijual kembali ke pasar mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. Ia pun memperkirakan permintaan benih impor akan meningkat hingga 30-40 persen.  "Kesiapaan bibit yg ada untuk konsumsi," ujar Agusman ketika dihubungi ROL.

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : Nidia Zuraya
729 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda