Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

SBY: Jangan Ada Kebocoran Informasi Pajak Lagi!

Kamis, 21 Maret 2013, 15:26 WIB
Komentar : 0
Haji Abror Rizki/Rumgapres
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan kebocoran informasi perpajakan, seperti yang pernah dialaminya beberapa waktu lalu tidak terjadi lagi.  Jika kembali terjadi, Presiden meminta Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan merespon dan segera melakukan klarifikasi.

"Kalau tidak, akan mencemarkan nama baik seseorang," tutur Presiden saat menyampaikan sambutan dalam acara penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) orang pribadi tahun 2012 oleh Presiden, Wakil Presiden, Ketua Lembaga Tinggi Negara dan Pejabat Negara lainnya di kantor Kemenkeu, Kamis (21/3).

Dalam kesempatan ini, Presiden menyampaikan curahan hatinya terkait pemberitaan sebuah media massa nasional beberapa waktu lalu.  Kala itu, media tersebut telah mengesankan Presiden tidak memenuhi kewajiban sebagai warga negara. "Padahal, saya sungguh patuh, tertib dan berdisiplin dalam membayar pajak setiap tahunnya," kata Presiden.

Dalam menyampaikan SPT, SBY melanjutkan, dirinya memastikan pengecekan telah dilakukan dengan seksama dan dikonsultasikan kepada petugas pajak.  Presiden tidak ingin pajak yang dibayarkan kurang satu rupiahpun dari angka yang harus dibayarkan. 

Lebih lanjut, Presiden menambahkan, dirinya mengapresiasi klarifikasi yang dilakukan oleh Ditjen Pajak.  Walaupun kerusakan namanya kadung terjadi, Presiden meminta agar penegakkan hukum dilakukan.  Tujuannya agar pencegahan kerusakan nama baik seseorang di masa datang dapat dilakukan.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
467 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

SBY Minta Target Penerimaan Pajak 2013 Tercapai

Menkeu: Target Penerimaan Pajak 2013 Cukup Berat

Pengusaha: Relokasi Pabrik Itu Alamiah