REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (20/3) dibuka melanjutkan penguatan sebesar 12,68 poin di tengah gejolak yang terjadi di Eropa.
IHSG BEI dibuka naik 12,68 poin atau 0,26 persen ke posisi 4.835,31. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,17 poin (0,39 persen) ke level 825,45.
"Di tengah kondisi Eropa yang belum menentu, IHSG BEI akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.808-4.852 poin," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Rabu (20/3).
Purwoko menambahkan gejolak yang terjadi di Eropa diperkirakan membuat sebagian investor mengambil posisi jual saham atau ambil untung di tengah indeks saham yang terus berada dalam area positif.
Sementara itu analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias Prasuryo menambahkan dari Eropa dikabarkan Siprus menolak rencana penerapan pajak deposito sebagai syarat penerimaan dana talangan (bailout), hal itu menimbulkan ketidakpastian atas pemberian dana talangan dari Uni Eropa. "Hal itu dapat memberi sentimen negatif bagi bursa global termasuk indeks BEI," kata Adrianus.
Ia menuturkan minimnya sentimen positif baru domestik akan membuat indeks BEI mengikuti bursa global. Beberapa saham yang menguat cukup signifikan pada hari sebelumnya terutama saham-saham sektor properti dan konstruksi diperkirakan bergerak melemah hari ini.
Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 92,45 poin (0,42 persen) ke level 22.134,31, indeks Nikkei-225 naik 247,60 poin (2,03 persen) ke level 12.468,23, Straits Times melemah 9,19 poin (0,28 persen) ke posisi 3.259,94.