Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta Mengaku Pertumbuhan 6,8 Persen Sulit Dicapai

Selasa, 19 Maret 2013, 04:40 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Hatta Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui bahwa target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar 6,8 persen memang sulit dicapai.

"Harus jujur diakui bahwa pertumbuhan ekonomi 6,8 persen memang berat kita capai. Tapi Indonesia akan tetap tumbuh di atas 6 persen, karena didorong oleh konsumsi domestik yang cukup kuat dan investasi kita yang sangat tinggi," kata Hatta Rajasa di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (18/3).

Menurut dia, sikap realistis ini tak lepas dari gejolak perekonomian global yang luar biasa sehingga menyebabkan harga komoditi turun dan berpengaruh pada penurunan permintaan serta daya beli.

"Amerika sendiri mengeluarkan kebijakan 'fiscal cliff' yaitu memotong pengeluaran untuk menurunkan defisitnya. Itu juga berpengaruh, jadi kita harus realistis dalam hal seperti itu, jadi jangan dianggap gagal karena tidak mencapai target. Negara lain saja banyak yang hanya mengalami pertumbuhan satu persen atau dua persen," ujarnya.

Ia bersyukur atas pertumbuhan ekonomi yang tumbuh hingga 6,23 persen, yakni tumbuh nomor dua setelah Cina. "Memang kita inginnya 6,5 persen paling tidak 6,3 persen kemarin itu. Tapi kan situasi globalkan seperti itu tapi kita harus bersyukur karena pertumbuhan kita nomor dua setelah China," kata dia.

Menurut dia, pemerintah akan bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi di 2013 meningkat hingga 6,5-6,8 persen. "Tahun ini kita harapkan lebih baik, walaupun 6,8 persen itu harus jujur kita kerja kerasnya luar biasa dengan harapan situasi membaik," kata dia.

Sedangkan, jika mengacu kepada pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang sekira 6,2 persen, Hatta menilai jika naik hingga 6,5 persen itu sudah jauh di atas daripada yang ada sekarang.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
690 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda