Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ingin Jadi Pahlawan, Pemerintah Harus Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Senin, 18 Maret 2013, 10:09 WIB
Komentar : 0
Pandega/Republika
Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah menegaskan opsi menaikkan harga merupakan pilihan terakhir yang akan diambil dalam revisi kebijakan subsidi BBM. Hanya saja, sulit diprediksi kapan keputusan itu akan diambil. "Semua tergantung karakter pemerintah," tutur Ekonom Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Latif Adam saat dihubungi Republika, Senin (18/3).  

Dari sisi politik, lanjutnya, keputusan menaikan harga BBM bersubsidi merupakan sebuah kesalahan. Apalagi 2013 merupakan periode politik menjelang pemilihan umum 2014 mendatang. "Tapi harus dilihat jangka panjang. Walaupun pasti ada resistensi," ucapnya. 

Ia malah menilai, jika pemerintah berani mengambil keputusan ini malah akan dianggap sebagai pahlawan. Karena telah memperlihatkan sikap kenegarawanan dengan tidak menimpakan masalah subsidi BBM kepada pemerintahan berikutnya. "Ini akan berulang dan diwariskan. Saya menyebutnya memelihara masalah," ujar Latif.  

Berkaca pada era sebelumnya, kenaikan harga BBM bersubsidi senantiasa diambil setahun selepas pemerintahan baru memimpin. Sebagai contoh, Presiden Susiulo Bambang Yudhoyono (SBY) baru menaikkan harga BBM bersubsidi pada Maret 2005 sebesar 22-27 persen. Kemudian Oktober 2005 sebesar 126 persen.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Mansyur Faqih
3.248 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Mengawali Pekan, Rupiah Melemah

Ekonom: Kalau BBM Dinaikkan, Raskin Harus Ditambah

Menaikan Harga BBM Bersubsidi Dianggap Paling Efektif