Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mengawali Pekan, Rupiah Melemah

Senin, 18 Maret 2013, 10:07 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurs rupiah Senin (18/3) pagi masih bergerak dalam area negatif atau melemah menyusul data ekonomi AS yang positif. Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah nilainya sebesar empat poin menjadi Rp 9.709 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.705 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah masih disebabkan oleh apresiasi dolar AS yang didukung oleh membaiknya data-data ekonomi," kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/3).

Ia mengatakan meningkatnya dolar AS dipicu dari kenaikan penjualan ritel AS menjadi 1,1 persen dari sebelumnya 0,2 persen, data klaim pengangguran dan neraca lancar AS yang cukup positif sehingga menunjukkan berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS.

Ia menambahkan depresiasi kurs rupiah juga masih dipicu oleh melemahnya mata uang euro setelah Fitch Rating menurunkan peringkat utang Italia menjadi BBB+ (triple B plus) dengan outlook negatif. "Sentimen negatif lainnya, hasil lelang obligasi Italia yang tidak mencapai target," katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan mata uang euro melemah seiring dana talangan Cyprus dianggap membahayakan wilayah Eropa. "Keputusan 'bailout' dapat berujung pada menipisnya persediaan devisa Cyprus sendiri dan membahayakan kondisi keuangan negara tersebut," katanya.

Ia menambahkan kondisi itu dapat menjadi sentimen negatif bagi kurs rupiah terhadap dolar AS ke depannya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
356 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ekonom: Kalau BBM Dinaikkan, Raskin Harus Ditambah

Menaikan Harga BBM Bersubsidi Dianggap Paling Efektif