Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ekonom: Kalau BBM Dinaikkan, Raskin Harus Ditambah

Senin, 18 Maret 2013, 09:57 WIB
Komentar : 0
buanasumsel.com
Contoh beras raskin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengambilan sebuah kebijakan strategis dalam pemerintahan memiliki dampak positif maupun negatif.  Begitupula menaikkan harga BBM bersubsidi.  

Ekonom Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Latif Adam mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada masyarakat ekonomi bawah.  

"Ada dampak inflasi," tutur Latif saat dihubungi Republika, Senin (18/3).

Opsi menaikkan harga BBM bersubsidi kembali menyeruak akhir-akhir ini.  Bermula dari keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merevisi ulang kebijakan terkait subsidi BBM.

Besarnya subsidi anggaran untuk energi yang diprediksi akan menyentuh Rp 300 triliun, dirasa Presiden menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

Oleh karena itu, Latif menilai pemerintah harus meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.  Latif kemudian menyarankan, agar jatah beras untuk rumah tangga miskin (raskin) ditambah.

Dengan alokasi raskin 15 kg untuk setiap keluarga miskin, jumlah ini dinilai tidak mencukupi bagi keluarga dengan empat orang anggota keluarga.  

Terlebih konsumsi beras masyarakat Indonesia saat ini telah mencapai 139 kg per kapita.  Sehingga jatah 15 kg hanya mencukupi 30 persen konsumsi keluarga tersebut selama sebulan.  Sedangkan sisanya sebanyak 70 persen harus dibeli dengan harga yang normal.  

"Ini hal-hal yang bisa diantisipasi dari sekarang jika nantinya pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Latif.

 

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
541 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Menaikan Harga BBM Bersubsidi Dianggap Paling Efektif