Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menaikkan Harga BBM Bersubsidi Dianggap Paling Efektif

Senin, 18 Maret 2013, 09:28 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan
BBM Bersubsidi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan instrumen yang paling efektif untuk mengurangi beban subsidi terhadap APBN. Ini karena menaikan harga tidak membutuhkan investasi besar layaknya konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).

"Kenaikan harga memiliki dampak yang signifikan terhadap fiscal sustainability," tutur Ekonom Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Latif Adam saat dihubungi Republika, Senin (18/3). 

Menurutnya, jika konsumsi premium sekitar 26 juta kilo liter, maka beban subsidi bisa berkurang Rp 26 triliun jika harga dinaikkan menjadi Rp 5.500. Meski pun, konsumsi akan menurun drastis.  

"Konsumsi baru kembali normal setelah dua tahun," ujar Latif. Itu menunjukkan, tingkat efektivitas kenaikan harga untuk mengendalikan konsumsi. Sedangkan instrumen lain, seperti konversi BBM ke gas membutuhkan investasi. Misalnya untuk pengawasan yang konsisten sehingga penyelewengan dapat diminimalisasi.

Sebagai catatan, volume kuota BBM bersubsidi pada APBN 2012 ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter. Kemudian pada September 2012, pemerintah dan DPR memutuskan untuk menambah kuota menjadi 44,04 juta kiloliter. Pada akhir tahun, volume kuota kembali bertambah sebesar 1,02 juta kiloliter hingga total kuota BBM bersubsidi di 2012 menjadi 45,06 juta kiloliter.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Mansyur Faqih
1.369 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pemerintah Tak Serius Kurangi Beban Subsidi BBM