Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dokumen Lengkap, Kontainer Bawang di Tanjung Perak Bakal Dilepas

Jumat, 15 Maret 2013, 17:03 WIB
Komentar : 0
Antara
Bawang putih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan memberi sinyal sebagian kontainer berisi bawang putih yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya bakal dilepas ke pasar. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan Bachrul Chairi mengatakan sebanyak 332 kontainer bawang putih milik 11 importir kemungkinan akan dilepaskan ke pasar.

Kontainer itu berbobot 9.686 ton.
Bachrul mengatakan kontainer tersebut telah memiliki surat rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementrian Pertanian dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan. Artinya, kontainer itu dianggap memiliki izin impor yang sah. Ia memperkirakan kontainer itu bisa dilepaskan sekaligus.

"Kita berharap sebelum akhir bulan kontainer bisa dikeluarkan dan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Bachrul, Jumat, (15/3).

Bachrul mengatakan penahanan kontainer ini disebabkan karena SPI keluar pada 8 Maret, namun barang-barang tiba di kontainer sebelum SPI diterbitkan. Ia beralasan importir mendatangkan barang sembari mengurus izin RIPH dan SPI. Padahal, berdasarkan aturan yang berlaku, semua surat-surat harus sudah ada pada saat proses pengapalan di negara asal.

Sebelum barang diimpor, di negara asal produk harus dilakukan pemeriksaan mulai dari jumlah dan kualitas sesuai yang dipesan atau direkomendasikan sesuai dalam RIPH. Setelah itu, ketika sudah masuk barang juga akan diperiksa ulang di Bea Cukai ketepatan dokumennya.

"Memang akan segera diambil langkah kordinasi bersama untuk mengambil langkah membantu menyelesaikan masalah yang mendesak ini," katanya.

Agar tidak terjadi preseden buruk, ia mengatakan perlu disikapi bersama untuk penanganan impor yang sesuai prosedur yang berlaku. Prosedur ini menurutnya sangat penting demi menjaga keamanan dan keselamatan pangan. Namun, untuk kasus bawang putih ini, kata dia perlu penanganan khusus agar barang yang tertahan itu bisa segera dipasok ke pasaran mengingat harganya yang melambung.

Sementara itu, hingga saat ini 135 ribu ton dari 160 ribu alokasi impor bawang putih di semester pertama sudah mendapatkan surat persetujuan impor. Menurutnya, dalam waktu satu hingga dua pekan lagi akan tiba di Indonesia.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Nidia Zuraya
1.234 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

RI-Irak Sepakati Kerja Sama di Empat Sektor

DPR: Program Konversi dan Pengendalian BBM Gagal

BEI: Dana Asing yang Keluar Masih Wajar