Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

RI-Irak Sepakati Kerja Sama di Empat Sektor

Jumat, 15 Maret 2013, 16:36 WIB
Komentar : 0
AP Photo
Minyak Irak

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Irak menyepakati sejumlah kerja sama di bidang energi, pupuk, telekomunikasi dan infrastruktur. Rangkaian kesepakatan tersebut merupakan hasil kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan serta segenap pimpinan Badan Usaha Milik Negara ke Baghdad, Irak, Kamis (14/3).

Dalam keterangan pers yang diterima ROL, Jumat (15/3), kedua negara menandatangani nota kesepahaman terkait kerja sama di bidang energi. Sebagai wujudnya, Pertamina menyepakati pembelian minyak mentah Basrah Light dari State Oil Marketing Organization (SOMO) Irak.

Dengan kesepakatan ini, SOMO akan menjual minyak mentah Basrah Light sebanyak 33 ribu barel per hari. Kesepakatan jual beli berlaku mulai 1 Mei 2013 hingga 31 Desember 2013.

Kesepakatan dapat diperbarui, baik dari sisi kuantitas maupun jangka waktu apabila dipandang perlu oleh kedua belah pihak. Selain itu, Pemerintah Irak juga menawarkan kesempatan kepada Pertamina untuk melakukan eksplorasi di salah satu dari tiga lapangan minyak yaitu lapangan Merjan, Kifl atau West Kifl.  Di sisi lain, Pertamina berharap untuk mendapat kesempatan partisipan minoritas dalam lapangan West Qurna-1.

Selain di sektor energi, khususnya perminyakan, Irak tertarik bekerja sama dengan Indonesia untuk memproduksi pupuk.  Bentuk kerja samanya berupa pembangunan pabrik pupuk urea di Irak.  PT Pupuk Indonesia akan menindaklanjutinya dengan pengadaan bahan baku pupuk untuk kebutuhan industri pupuk nasional. 

Di sektor telekomunikasi, Irak mengundang PT INTI mempresentasikan program-program yang ditawarkan diantaranya broadband network modernization dan pembangunan jaringan kabel telepon berbahan fiber optic. Kemudian di sektor infrastruktur, PT Wijaya Karya siap mengembangkan usahanya di Irak.  Hal tersebut ditandai dengan pembukaan kantor perwakilan perusahaan di Baghdad.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
954 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

DPR: Program Konversi dan Pengendalian BBM Gagal

BEI: Dana Asing yang Keluar Masih Wajar