Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ekonom: Pemerintah SBY Perlu Naikkan Harga BBM

Jumat, 15 Maret 2013, 15:31 WIB
Komentar : 0
Stok BBM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan SBY disarankan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun ini.

Ekonom Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, pemerintah perlu menaikkan harga BBM untuk mencegah irasionalitas beban subsidi.

''Irasionalitas beban subsidi BBM telah merampas alokasi belanja negara untuk pembangunan sektor lain,'' ujar
Dahnil kepada Republika Online, Jumat (15/3).

Diakuinya, dalam jangka pendek kenaikkan harga BBM bisa mendongkrak angka inflasi. ''Tetapi, jangan lupa kompleksitas permasalahan ekonomi Indonesia sangat tinggi akibat salah urus sejak awal,'' tutur Dahnil.

Ia mengungkapkan,  masalah ekonomi Indonesia ibarat "menutup lubang tikus, tetapi tidak menangkap tikusnya, karena lubang akan tetap muncul ditempat lain".

Menurut dia, harga BBM subsidi yang paling rasional sekitar Rp 6.000 per liter. Dahnil menegaskan, agar kenaikan harga BBM dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, pengurangan subsidi harss dibarengi dengan langkah fundamental memperbaiki efisiensi dan efektifitas serta pengurangan kebocoran APBN akibat korupsi.

''Tanpa diikuti perbaikan kinerja fiskal, terutama alokasi yang efisien dan efektif serta pengurangan kebocoran, manfaat pengurangan subsidi tetap tidak akan dirasakan oleh masyarakat kecil,'' paparnya.

Dahnil juga mengusulkan perlunya perbaikan kebijakan energi, terutama seperti pengalihan penggunaan energi minyak bumi kepada gas. Pemerintah juga diingatkan untuk menjaga kedaulatan tata kelola energi dalam negeri.

Menurut dia, jika pemerintahan SBY menaikkan harga BBM maka harus disertai dengan pengumuman kebijakan fundamental, dengan langkah-langkah konkret melalui instruksi presiden dengan supervisi yang ketat.

''Saya yakin ini akan menjadi warisan hebat SBY untuk anak cucu terkait dengan tata kelola energi di masa depan.''

Redaktur : Heri Ruslan
1.257 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Galau, Kini Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM

Kemenkeu Matangkan Tiga Opsi BBM Bersubsidi