Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kondisi Politik Buat SBY Enggan Naikkan Harga BBM?

Kamis, 14 Maret 2013, 12:31 WIB
Komentar : 0
Republika/Prayogi
Petugas SPBU mengisikan BBM subsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keengganan pemerintah mengambil opsi menaikkan harga dalam perumusan kembali kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak lepas dari semakin memanasnya situasi politik Tanah Air.

Ekonom Universitas Indonesia I Kadek Dian Sutrisna Artha menyatakan 2013 merupakan periode politik sehingga riskan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. "Ini kebijakan tak populis," tutur Artha saat dihubungi ROL, Kamis (14/3).

Walaupun masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) akan berakhir pada 2014, Artha menilai SBY memiliki kepentingan lain yang lebih besar.  Dengan kondisi Partai Demokrat yang tengah limbung, tentu kebijakan tak populis akan dihindari oleh presiden.  "Karena pasti akan memengaruhi suara Partai Demokrat," ujarnya.

Sebagai catatan, pemerintah pada tahun anggaran 2013 dapat menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa restu DPR.  Hal tersebut tertuang dalam pasal 8 ayat (10) Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) Tahun 2013. 

Jika salah satu dari patokan dasar harga BBM bersubsidi meleset misalnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), pemerintah punya dasar untuk menaikkan harga.  Sebagai catatan, Tim Harga Minyak Indonesia mencatat ICP rata-rata per Februari 2013 berdasarkan perhitungan formula ICP meningkat menjadi 114,86 dolar AS atau sekitar Rp 1,1 juta per barel. 

Harga ini meningkat 3,79 dolar AS atau sekitar Rp 36 ribu per barel dari harga rata-rata per Januari 2013 yang menyentuh 111,07 dolar AS (Rp 1,07 juta) per barel.  Sementara dalam asumsi dasar ekonomi makro APBN ICP dipatok sebesar 100 dolar AS (Rp 9,68 juta) per barel.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
17.692 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Apindo Dukung Penghapusan Subsidi BBM