Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Apindo Dukung Penghapusan Subsidi BBM

Kamis, 14 Maret 2013, 12:02 WIB
Komentar : 0
BBM Subsidi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung pemerintah untuk menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menyelamatkan perekonomian nasional.

"Kami merasa dengan tidak ada penghapusan subsidi BBM membuat neraca perdagangan defisit, rupiah bergejolak, sehingga mengganggu perekonomian nasional," ujar Ketua Apindo Sofjan Wanandi di Jakarta, Kamis (14/3).

Sofjan mengatakan, penghapusan subsidi BBM membuat pemerintah lebih leluasa mengalokasikan anggarannya untuk mengembangkan sektor lain seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. "Pelaku usaha sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional," ucapnya.

Selain itu, lanjut Sofjan, anggaran subsidi juga perlu dialihkan ke sektor pendidikan, mengingat masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. "Anggaran tersebut akan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolahnya, agar keahlian mereka dapat bertambah dan taraf hidup mereka semakin baik," kata dia.

Sofjan menambahkan agar pengalihan anggaran subsidi juga dialokasikan untuk sektor kesehatan dengan membangun dan mengembangkan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit daerah. Menurutnya, penghapusan bbm bersubsidi harus segera diimplementasikan, agar perekonomian nasional kembali membaik.

"Saya usulkan paling lambat 1 April 2013, lebih cepat diterapkan akan lebih baik," ujarnya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
727 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...