Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mentan: Harga Bawang Tinggi, Insentif Bagi Petani

Rabu, 13 Maret 2013, 14:28 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Petani Bawang Merah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Meningkatnya harga bawang putih dinilai sebagai insentif bagi petani. Menteri Pertanian Suswono mengatakan kenaikan harga ini otomatis membuat petani lebih bersemangat menanam.

"Kalau ada kenaikan harga otomatis petani bergairah," ujar Suswono, Rabu (13/3).

Namun, kata Suswono, menanam tidaklah semata-mata soal harga tinggi. Untuk mencapai produksi yang otimal, sambungnya, petani juga memerlukan waktu atau timing yang tepat.

"Tidak bisa harga lagi bagus (lalu petani langsung menanam). Bahkan kadang petani bisa tertipu. Menanam ramai-ramai ketika harga bagus, pada akhirnya ketika panen raya jatuh lagi," tuturnya.

Pengaturan masa panen ini, lanjut Suswono, sangat penting agar menjaga harga di tingkat petani tetap baik. Ia menekankan insentif harga bagi para petani jangan sampai memberatkan konsumen.

Menurut dia, mekanisme resi gudang untuk komoditas pangan bisa membantu menjaga harga di tingkat petani. Jika harga sedang jatuh, petani bisa menunda penjualan komoditas. Namun, petani masih bisa mendapatkan akses keuangan melalui komoditas yang dijamin dalam gudang tersebut.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Nidia Zuraya
656 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Neraca Gas Jawa Negatif