Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sapi Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

Rabu, 06 Maret 2013, 11:18 WIB
Komentar : 0
Antara
Petugas memberi makan sapi-sapi lokal yang sedang digemukkan di Rumah Potong Hewan Terpadu Bogor, Jawa Barat, Senin (18/7). Pemerintah akan membentuk konsorsium peternakan sapi untuk memudahkan distribusi jutaan daging sapi lokal sebagai dukungan terhadap

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kementerian Pertanian mengklaim populasi sapi lokal dapat mencukupi 85 persen kebutuhan daging nasional. Selain itu, adanya isu pemotongan sapi betina produktif juga belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian Suswono dalam kunjungannya di Pasar Ternak Jangkang, Ngemplak, Sleman, Rabu (6/3). Karena, berdasarkan hasil pemantauannya, sekitar 500 ekor sapi yang dijual, merupakan sapi jantan.

"Itu pun ada proses seleksinya, tidak sembarang memilih pejantan untuk dipotong," kata Suswono kepada wartawan.

Dia juga mengatakan, saat ini, populasi sapi semakin meningkat lantaran, tingginya gairah peternak membudidayakan hewan potong tersebut. Dengan begitu, menurutnya, tidak perlu dikhawatirkan lagi, ada kekurangan stok daging.

Karena, berdasarkan penelitian pihak akademisi, jumlah swasembada sapi lokal dapat mencukupi 85 persen kebutuhan daging di Indonesia. Namun, Suwono mengakui, pengakutan dari daerah sentral pemasok sapi masih perlu dibenahi.

"Sekarang kami telah bekerjasama dengan PT KAI dan Maskapai Merpati Airlines," ujarnya.

Sehingga, akses pengangkutan sapi, tidak lagi menjadi kendala. Ke depannya, stok impor hanya akan diperuntukan bagi kebutuhan industri rumah makan dan perhotelan.


Reporter : Andi M Ikhbal
Redaktur : Nidia Zuraya
884 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...