Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Masuki Panen, Inflasi Maret Diperkirakan Bakal Rendah

Senin, 04 Maret 2013, 21:35 WIB
Komentar : 0
Pengertian-Definisi.Blogspot.com
Inflasi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Inflasi di bulan Maret diramalkan rendah karena memasuki musim panen. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan inflasi tinggi selama dua bulan ini diperkirakan akibat gangguan cuaca. Cuaca, imbuhnya juga mengganggu produksi dan distribusi.

“Maret ini sudah ada musim panen horti maupun beras, jadi akan ada tambahan paoskan dan berlanjut di April, sehingga ini bisa meredam inflasi,” ujar Bayu, Senin (4/3).

Hanya saja, kata Bayu, Indonesia masih mewaspadai adanya curah hujan yang cukup tinggi di bulan Maret walaupun cenderung lebih ringan dibandingkan bulan Januari maupun Februari. Curah hujan ini berpotensi menghambat distribusi.

Sementara di sisi lain, kata Bayu, proses distribusi kini sudah semakin efisien. Kondisi itu dibuktikan dengan melihat porsi perdagangan skala besar yang semakin kecil. Pada tahun 1990-2011, porsi perdagangan besar mencapai 73,61 persen. Sedangkan, porsi perdagangan eceran hanya 26,39 persen.

Pada tahun 2011, porsi perdagangan besar sudah berkurang menjadi 59,11 persen. Lalu porsi perdagangan eceran naik menjadi 40,89 persen.

Porsi yang semakin besar dari perdagangan eceran ini menunjukkan barang-barang dari sentra produksi sudah bisa langsung didistribusikan melalui ritel, tak lagi melalui grosir atau perdagangan besar. “Dulu dari produsen masuk ke pedagang besar, sekarang dari sentra produksi ke eceran,” katanya.

Meski, imbuh Gita, indikasi itu belum tentu selalu menjadi baik. Alasannya, jika terjadi kenaikan harga di tingkat eceran, pemerintah harus langsung intervensi di sentra produksi, tak lagi melalui pedagang besar atau grosir.

“Misalnya terjadi kenaikan harga beras, pemerintah bisa intervensi di pasar Cipinang dengan menambahkan stok. Sekarang, kalau harga tidak bisa bergerak, kita harus langsung masuk ke sentra-sentra produksi.
Kepentingan untuk intervensi pada kondisi tertentu lebih sulit,” ujarnya.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
605 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Dipertanyakan, Pemblokiran Anggaran di Tiga Kementrian

Harga Gas ke PLN Bakal Direvisi