Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ekspektasi Tingginya Inflasi Tekan Rupiah

Rabu, 30 Januari 2013, 09:59 WIB
Komentar : 0
Uang rupiah/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurs mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Rabu (30/1) pagi bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp 9.705 dibanding sebelumnya di posisi Rp 9.670 per dolar AS.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah bergerak melemah meski mata uang euro masih terapresiasi. "Meski demikian pelemahan rupiah masih dalam kondisi yang stabil seiring dengan penjagaan BI," kata dia.

Ia menambahkan, nilai tukar rupiah dapat kembali menguat terhadap dolar AS seiring dengan data-data makro yang cukup kondusif yang dibarengi dengan positifnya kinerja emiten sehingga membuat permintaan aset-aset berisiko meningkat. "Dari Eropa juga positif, pembayaran Long Term Refinancing Operations (LTROs) kepada bank sentral Asia (ECB) turut direspon baik dan menguatkan nilai tukar euro," paparnya.

Pegamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menilai pelemahan rupiah diperkirakan karena adanya ekspektasi inflasi dalam negeri pada Januari akan tinggi melebihi level satu persen. "Tingginya inflasi itu dipicu dari banjir yang melanda Indonesia sehingga menghambat jalur distribusi," kata dia.

Ia menambahkan, saat ini rupiah juga masih cukup rentan tertekan terhadap dolar AS seiring dengan kebutuhan dolar AS yang masih minim sementara kebutuhan dolar AS tinggi.
"Namun, penjagaan BI akan menahan pelemahan rupiah lebih dalam," ujar dia.

Reporter : Antara
Redaktur : Nidia Zuraya
2.000 reads
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...