Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dinilai Tak Berani Naikkan Harga BBM, Ini Tanggapan Hatta

Senin, 28 Januari 2013, 20:34 WIB
Komentar : 0
Menko Perekonomian Hatta Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi demi mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berulang kali diutarakan oleh sejumlah kalangan.  Meskipun demikian, sampai saat ini pemerintah enggan memilih opsi tersebut.  Akibatnya, pemerintah dinilai takut menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa membantah anggapan tersebut. "Saya tidak suka kalau pemerintah dikatakan tidak mempunyai keberanian untuk menaikkan harga BBM (bersubsidi)," tuturnya kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Kerja Pemerintah 2013 di JCC, Senin (28/1).

Hatta menjelaskan, pemerintah telah berkali-kali menaikkan harga BBM bersubsidi di tahun-tahun lampau. Bahkan dalam rentang waktu 2005 hingga 2008, harga BBM bersubsidi jenis Premium mengalami kenaikan dari Rp 2.400 menjadi Rp 6.000 per liter.  Sebelum kembali ke harga saat ini yakni Rp 4.500 per liter. 

"Sekarang, pertanyaannya apa kita sudah sampai pada kesimpulan untuk menyelamatkan APBN kita? kalau sudah sampai itu, baru kita lakukan," ujar Hatta. 

Menurut Hatta, pengendalian menjadi opsi yang tepat untuk saat ini.  Mengingat tingkat kebocoran akibat penyelundupan maupun pengoplosan mencapai 10 hingga 20 persen.

Opsi berikutnya adalah mendorong efisiensi dan diversifikasi gas secepatnya. "Jadi kalau sudah begitu kita lihat.  Kalau tidak cukup baru kita pikirkan." kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini. 

Realisasi total kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2012 mencapi 45,06 juta kiloliter (KL).  Angka itu melonjak dari kuota di awal tahun sebesar 40 juta KL.  Dalam APBN 2013, kuota untuk BBM bersubsidi mencapai 46,02 juta KL.         

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Nidia Zuraya
951 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...