Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rupiah Melemah 20 Poin

Rabu, 23 Januari 2013, 11:34 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Petugas menata tumpukan uang rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada Rabu (23/1) pagi sebesar 20 poin setelah mengalami peningkatan cukup signifikan. Kurs mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pagi tadi bergerak melemah sebesar 20 poin menjadi Rp 9.630 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.610 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah bergerak melemah setelah pada hari sebelumnya cenderung menguat cukup baik," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta, Rabu (23/1).

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah juga dipicu dari perusahaan domestik yang tengah menganggarkan dana belanja modal terutama pembelian bahan baku impor di awal tahun. Kondisi, terang Rully, membuat permintaan dolar AS cukup tinggi di dalam negeri seiring kebutuhan perusahaan.

Meski demikian, dikatakan dia, pelemahan rupiah cenderung terbatas dipicu dari Bank Indonesia (BI) yang masih menjaga fluktuasi, selain itu BI juga mengatur pembelian dolar AS bagi BUMN.
Analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih dapat melanjutkan pergerakan positif setelah nilai tukar yen Jepang terus bergerak menguat paska sidang bank sentral jepang (BoJ).

"BoJ memutuskan untuk menyetujui target inflasi Jepang di level dua persen tanpa adanya batasan waktu dan menetapkan target suku bunga di kisaran nol persen sampai 1,1 persen serta menunda sementara pembelian obligasi secara terbuka hingga tahun depan," katanya. N

Reporter : Antara
Redaktur : Nidia Zuraya
894 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...