Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Asumsi Makro RAPBN 2013 Diketok

Monday, 22 October 2012, 19:16 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Asumsi dasar ekonomi makro untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 akhirnya disetujui Badan Anggaran DPRRI. Tujuh indikator ekonomi makro yang disepakati masih sama dengan asumsi yang ada pada nota keuangan RAPBN 2013.

"Ini disepakati,tok,tok,tok,"ujar Ketua Badan Anggaran DPR RI, Ahmad Noor Supit, saat rapat tim perumus anggaran dengan pemerintah di komplek parlemen senayan, Jakarta, Senin (22/10).

Tujuh indikator tersebut adalah pertumbuhan  ekonomi 6,8 persen, target inflasi 4,9 persen, nilai tukar rupiah Rp 9.300, suku bunga SPN tiga bulan 5 persen, harga minyak Indonesian Crude Price 100 dollar AS per dollar, lifting minyak 900.000 barel per hari dan lifting gas 1.360 mboepd.

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi 2013 diperkirakan didorong utamanya oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah, serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB)/investasi.

Dari sisi produksi,sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, sektor perdagangan, hotel,dan restoran, serta sektor pengangkutan dan komunikasi diperkirakan masih tetap menjadi sektor pendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara target inflasi, diharapkan dapat dicapai melalui kelancaran pasokan dan distribusi barang dan jasa,membaiknya koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil yang didukung oleh meningkatnya kesadaran pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.

Reporter : A Syalaby Ichsan
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...