Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mobil Listrik 2019 Komponen Lokal

Thursday, 27 September 2012, 18:27 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan uji coba mobil listrik jenis city car karya perancang Dasep Ahmadi di Jalan Raya Jatimulya, Depok, Jabar, Senin (16/7).
Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan uji coba mobil listrik jenis city car karya perancang Dasep Ahmadi di Jalan Raya Jatimulya, Depok, Jabar, Senin (16/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Produsen mobil listrik 'PT Sarimas Ahmadi Pratama' optimistis kandungan lokal mobil listrik bisa mencapai 80 persen di tahun kelima berproduksi. Sang pemilik, Dasep Ahmadi mengatakan saat ini kandungan lokal mobil listrik sudah mencapai 50 persen.

Tingginya kandungan lokal ini, kata dia disebabkan karena sudah banyak BUMN yang memproduksi komponen. Ia meminta lebih banyak dukungan dari pemerintah agar mobil listrik bisa diproduksi secara massal.

Menurutnya, jika mobil dinas pemerintahan diganti dengan mobil listrik, bisa mempercepat produksi mobil dalam skala besar. "Kita perlu dukungan dari pemerintah," ujar Dasep, saat ditemui, Kamis (27/9).

Ia optimistis produksi mobil listrik pada 2014 bisa mencapai 5000 unit. Investasi yang diperlukan sekitar Rp 900 miliar.

Menurut dia jika di awal produksi mobil ini bisa digunakan oleh pemerintah, tidak sulit untuk meningkatkan produksi yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. Agar lebih murah, ia berharap adanya keringanan pajak impor komponen dan BMDTP nol persen dari pemerintah.

Dibandingkan dengen mobil biasa, ia mengatakan mobil listrik jauh lebih irit. Satu kwh bisa digunakan untuk menempuh jarak sekitar 10 km. Biaya untuk mengisi daya 1 kwh hanya Rp 1000.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berlebaran di Wilayah Konflik
WASHINGTON -- Hari Raya Idul Fitri adalah hari kebahagian bagi umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Namun tahun ini tidak...