Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Garam Jatuh, Impor Diminta Dihentikan Sementara

Tuesday, 28 August 2012, 14:30 WIB
Komentar : 2
ANTARA
Petani memanen garam (ilustrasi)
Petani memanen garam (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah meminta impor garam dihentikan sementara hingga November atau Desember 2012. "Garam impor untuk keperluan garam industri, saya minta dihentikan atau jangan dijual dahulu hingga garam rakyat bisa terjual sampai habis panen pada November atau Desember," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Ri, Sharif C Sutardjo, di Jakarta, Selasa (28/8).

Menurut Sharif, jika terdapat kepentingan yang mendesak, maka importir harus membeli garam rakyat sebesar 100 persen sesuai dengan produk impor garamnya. Waktu yang akan ditentukan bagi pengusaha untuk bisa mengimpor garam kembali adalah sesuai dengan waktu panen dari garam rakyat.

"Kami miliki patokan harga untuk kualitas seperti Rp550 hingga Rp750 per kilogramnya, untuk garam tingkat kualitas satu atau dua. Namun saat ini harganya masih ada yang Rp530," kata Sharif.

Oleh karena itu, ia berharap penghentian impor garam dapat meningkatkan kembali harga garam Indonesia.

Kendati demikian, Sharif menilai bukan hanya impor garam yang mempengaruhi rendahnya harga garam nasional. Kualitas produk dari petani garam Indonesia turut berperan.

"Sisi inilah yang kami terus bina agar kualitas tetap dijaga sehingga mereka harus memperbaiki kualitas dengan menyaring garam dan membersihkannya. Kalau masih kotor maka harganya tetap berada di bawah," jelas Menteri.

Menurut Sharif, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana membina 16 ribu hektar tambak garam di seluruh Indonesia dengan harapan produksi bisa mencapai 1,3 juta ton.

Sementara, kebutuhan konsumsi garam Indonesia sebesar 1,5 juta ton dan sisanya akan dipenuhi melalui produksi PT Garam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Januari - November 2011, Indonesia telah mengimpor garam sebanyak 2,7 juta ton atau mencapai 140,5 juta dolar AS yang setara dengan Rp1,2 triliun.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tanggapan Din Syamsudin Terkait Kasus Sydney
JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menilai peristiwa penyanderaan di Sydney meningkatkan sinisme terhadap Islam. Peristiwa tersebut membuat dunia barat semakin...