Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pada 2015 Minyak Goreng Curah akan Ditiadakan

Jumat, 03 Agustus 2012, 05:33 WIB
Komentar : 2
Saiful Bahri/Antara
Minyak goreng curah
Minyak goreng curah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mulai 2015, masyarakat tak akan lagi mendapatkan minyak goreng curah di pasar. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gunaryo mengatakan, sejak tahun itu pemerintah akan mengupayakan agar masyarakat tak lagi mengonsumsi minyak goreng dalam bentuk curah, tetapi berbentuk kemasan.

Terdapat beberapa alasan di balik kebijakan tersebut. Pertama, Indonesia merupakan salah satu negara anggota Kelompok 20 Negara atau G20 yang masih mengonsumsi minyak goreng curah. Kedua, dari sisi higienitas dan kesehatan, minyak goreng kemasan tentu lebih baik ketimbang minyak goreng curah.

Dari sisi perdagangan, harga minyak goreng curah sangat fluktuatif. "Kalau minyak goreng kemasan, berbeda. Kalaupun harganya naik, cenderung landai,'' kata Gunaryo.

Ia mengakui upaya migrasi itu tidaklah mudah. Terlebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang pada umumnya membeli minyak goreng dalam jumlah kecil. "Minyak goreng kemasan masih diidentikkan sebagai produk yang mahal," kata Gunaryo.

Sebagai awalan, Gunaryo menyebut Kemendag telah meluncurkan minyak goreng kemasan dalam bentuk bantalan yang berasal dari kalangan industri. Kemendag memfasilitasi perizinan minyak jenis ini. Tujuannya agar tidak terjadi disparitas minyak goreng curah dan kemasan.

Reporter : m iqbal
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...