Wednesday, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Importir Kedelai Diduga Permainkan Harga

Thursday, 02 August 2012, 20:05 WIB
Komentar : 0
antara
Kedelai impor
Kedelai impor

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga importir memainkan harga kedelai sehingga tingginya harga di pasaran bukan semata-mata disebabkan oleh kekeringan yang terjadi di Amerika Serikat. "Namun untuk membuktikan dugaan ini kami melakukan kajian di beberapa daerah dalam waktu seminggu," kata anggota KPPU, M Nawir Messi, di Kuta, Bali, Kamis malam.

Kajian yang dilakukan KPPU dalam sepekan ini dilakukan dengan melakukan pengawasan harga di basis-basis konsumen kedelai impor yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

"Kajian itu untuk mengetahui, apakah kenaikan harga kedelai ini akibat praktik kartel atau bukan karena sampai pertengahan tahun ini impor kedelai dikuasai oleh dua perusahaan besar," katanya dalam sosialisasi mengenai persaingan usaha itu.

Beberapa informasi di lapangan yang didapat KPPU menyebutkan bahwa naiknya harga kedelai yang mencapai 15-20 persen itu bukan disebabkan oleh langkanya komoditas tersebut. Menurut dia, persediaan barang di basis-basis konsumen kedelai tersebut masih mencukupi kebutuhan, baik untuk perajin tahu dan tempe maupun rumah tangga.

"Kenaikan harga kedelai selama dua pekan terakhir ini kalau kami amati persis seperti kenaikan harga daging ayam pada saat menjelang Lebaran," kata Nawir.

KPPU menyebutkan bahwa impor kedelai dari AS dilakukan oleh lima perusahaan.  Dua perusahaan di antaranya, yakni PT Cargill Indonesia dan PT Gerbang Cahaya Utama memasok 60 persen kedelai impor.

Kebutuhan kedelai di Indonesia pada 2012 mencapai 2,2 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan pada 2011 yang tercatat sebanyak 2,1 ton. Dari total kebutuhan tersebut, petani dalam negeri hanya mampu mencukupi 25-30 persen.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Masjid Pertama di Alaska Resmi Dibuka
ALASKA -- Alhamdulillah, sebuah masjid di Alaska resmi dibuka sekaligus menjadi bangunan masjid pertama disana. Seperti dilansir dari Onislam.com, Selasa (2/9), masjid ini...