Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pertamina Bangun Infrastruktur Gas Terpadu 1,9 Miliar Dolar AS

Kamis, 02 Agustus 2012, 11:02 WIB
Komentar : 0
Indomigas
Badan pengawas Pertamina mengecek jaringan pipa gas milik Pertamina Gas
Badan pengawas Pertamina mengecek jaringan pipa gas milik Pertamina Gas

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Pertamina (Persero) akan membangun infrastruktur gas terpadu mulai dari Sumatera hingga ke Kawasan Timur Indonesia dengan total dana 1,9 miliar dolar AS (sekitar Rp18 triliun).

Kebutuhan dana investasi tersebut selain dari dana perusahaan, juga pinjaman dan project finance (pembiayaan proyek oleh swasta atau asing), kata Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto kepada pers di Jakarta, Rabu malam.

Hari mengatakan pembangunan jaringan gas terpadu yang masuk dalam Roadmap Strategi Gas Pertamina 2025 tersebut antara lain melalui konversi kilang Arun di Sumatera menjadi fasilitas regasifikasi. Kemudian memperluas jaringan pipa gas Arun ke Medan dan ke wilayah Sumatera lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa saat ini Pertamina membuat terminal terapung penerima dan regasifikasi (FSRU/floating storage and regasification unit). "Sementara kebutuhan gas di Jawa mendatang akan dipenuhi dari Re-gas inland serta membangun jaringan pipa trans-Jawa untuk optimasi pasokan gas," katanya.

Khusus di Indonesia Timur, Pertamina melayani kebutuhan yang tidak terpusat melalui terminal penerima gas mini. Selain itu membuat fasilitas Re-gas yang disebar pada lokasi-lokasi strategis.

Hari mengakui, untuk mendanai seluruh fasilitas infrastruktur gas tidak mungkin cuma berasal dari kas internal karena bisa menggerus profit perusahaan.

Sebagian kebutuhan dana investasi nantinya berasal dari pinjaman dan penerbitan obligasi. "Namun sekitar 70 persen dari kebutuhan proyek infrastruktur ini berasal dari project finance," ujarnya.

Skema project finance menurut Hari, tepat digunakan mengingat keterbatasan modal yang dimiliki Pertamina. "Untuk proyek dengan skema ini nantinya akan didanai konsorsium keuangan yang sifatnya bisa bagi hasil dan politis," ungkapnya.

Khusus untuk proyek infrastruktur gas di KTI yang dibiayai dengan project finance, Pertamina akan mengundang pihak asing untuk ikut serta, kata Hari.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Silaturahim
JAKARTA -- Tanpa terasa bulan suci Ramadhan akan segera berakhir. Pada saat itulah, sudah menjadi tradisi umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan silaturahim....