Kamis, 26 Safar 1436 / 18 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menkeu Usulkan Kenaikan Tarif Listrik Berkala

Jumat, 20 Juli 2012, 05:00 WIB
Komentar : 0
Republika
Menkeu, Agus Martowardojo dalam rapat Banggar
Menkeu, Agus Martowardojo dalam rapat Banggar

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan adanya penyesuaian tarif tenaga listrik secara berkala atau "automatic tarif adjustment" untuk mengurangi beban subsidi energi listrik yang makin bertambah setiap tahun.

"Jadi setiap tiga bulan tarif itu bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada dan sesuai dengan formula yang sehat. Ini pernah kita lakukan pada 1993-1996," ujarnya di Jakarta, Kamis malam.

Menkeu mengatakan usulan itu patut dipertimbangkan karena sistem tarif yang ditetapkan PT PLN saat ini, justru mengakibatkan semua kalangan masyarakat menikmati subsidi tersebut termasuk golongan mampu.

"Hampir semua segmen memperoleh subsidi. Jadi harga jualnya lebih rendah dari biaya produksinya, dan itu bukan hanya berlaku bagi rumah tangga dengan konsumsi listrik yang rendah, tapi bahkan rumah-rumah dan industri yang mewah serta bisnis yang besar," katanya.

Ia juga memastikan masih banyak industri besar yang menikmati keistimewaan tersebut sehingga terkesan terjadi pemanfaatan subsidi tidak tepat sasaran, padahal subsidi dibutuhkan oleh masyarakat yang tidak mampu.

"Ada perusahaan besar yang begitu banyak untungnya ternyata menerima subsidi yang besar sekali. Ada kurang lebih 50 industri perusahaan yang menikmati subsidi sampai 26 persen daripada subsidi di industri," ujarnya.

Menurut dia, kondisi itu sangat tidak sehat, karena subsidi energi untuk listrik diperkirakan mencapai Rp100 triliun pada 2014, padahal pemerintah membutuhkan dana untuk investasi pembangkit listrik baru.

Selain itu, penyesuaian juga perlu dilakukan karena sejak 2004 pemerintah tidak menaikkan tarif tenaga listrik, selain karena beban fiskal makin bertambah akibat pengelolaan subsidi listrik yang tidak efisien.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ratusan WNI Gabung ISIS, BNPT Sulit Lakukan Pendataan, Mengapa?
JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) memperkirakan ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun...