Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hah... Produksi Minyak Indonesia Hanya 870.000 Barel/ Hari

Monday, 09 July 2012, 19:34 WIB
Komentar : 3
produksi minyak Indonesia
produksi minyak Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pada 2012 ini, Indonesia hanya mampu memproduksi minyak bumi dan kondensatnya sebanyak 860.000-870.000 barel per hari. Target itu lebih rendah dibandingkan kuota APBN sebesar 930.000 barel per hari.

"Kami perkirakan produksi minyak hanya 860.000-870.000 barel per hari," ujar Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Jakarta, Senin (9/7).

Menurut dia, perkiraan tersebut berdasarkan rata-rata produksi sampai semester pertama 2012 yang mencapai 877.077 barel per hari. Produksi tersebut turun dibandingkan kuartal pertama 2012 yang rata-rata 883.737 barel per hari.

Selain itu, lanjutnya, pada 2011, produksi minyak hanya mencapai 902.000 barel per hari. "Dengan asumsi penurunan produksi empat persen per tahun, maka target 860.000-870.000 barel per hari sudah cukup realistis," katanya.

Mengenai konsumsi bahan bakar minyak, menurut Rudi, konsumsi sampai akhir 2012 bisa mencapai lebih dari 42 juta kiloliter. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Ibrahim Hasyim mengatakan, sampai semester pertama 2012, konsumsi BBM sudah mencapai 21,6 juta kiloliter atau berlebih empat persen dari kuota periode sama 20,7 juta kiloliter.

"Sampai akhir tahun 2012, kami perkirakan mencapai 44 juta kiloliter kalau tidak dilakukan upaya apa pun," katanya.

Namun, lanjutnya, kalau pelarangan kendaraan pertambangan dan perkebunan berjalan efektif, maka konsumsi bisa lebih rendah 44 juta kiloliter. "Kami harapkan proyek BBG (bahan bakar gas) juga berjalan, sehingga mengurangi premium," katanya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...