Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jepang Minati Jembatan Selat Sunda

Kamis, 05 Juli 2012, 19:33 WIB
Komentar : 0
thepresidentpost.com
Jembatan Selat Sunda akan menjadi jembatan terpanjang dunia dengan panjang mencapai 29 kilometer.
Jembatan Selat Sunda akan menjadi jembatan terpanjang dunia dengan panjang mencapai 29 kilometer.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sejumlah investor asing tertarik untuk terlibat dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Sejumlah perusahaan asal Jepang yang tergabung dalam konsorsium JJC Corporation menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam proyek raksasa senilai lebih dari Rp 100 triliun ini.

Para pengusaha Jepang itu, Rabu (4/7), bertemu dengan pemrakarsa JSS, PT Graha Banten Lampung Sejahtera, di Jakarta. “Mereka tidak sampaikan berapa perusahaan. Tapi, mereka satu proposal, ada satu konsorsium JJC Corporation,” ungkap Presiden Direktur PT Graha Banten Lampung Sejahtera Agung R Prabowo seusai menerima rombongan pengusaha dari Jepang itu.

Beberapa perusahaan yang masuk dalam konsorsium itu adalah Nippon Steel dan Nippon Koi. Agung menjelaskan, penjajakan kerja sama ini diawali oleh niat Pemerintah Jepang untuk melihat proyek jembatan tersebut. Menurutnya, pejabat dari Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang (METI) datang untuk menjajaki bagaimana agar perusahaan swasta Jepang bisa berinvestasi dalam proyek tersebut.

Selain Jepang, ungkap Agung, Bank Exim Amerika Serikat (AS) juga menyatakan kesanggupannya untuk memberikan pendanaan jangka panjang. Pendanaan ini untuk membiayai produk dan jasa dari perusahaan AS yang digunakan dalam proyek JSS. “Kita menyambut saja, yang penting kita ingin jembatan ini jadi,” ujarnya.

Negara lain, seperti Korea Selatan dan Cina, pun sudah menyatakan kesediaannya untuk pendanaan jembatan ini. Bahkan, tutur Agung, komitmen itu sudah dijelaskan Pemerintah Cina kepada Presiden Susilo Bambang Yudho yono saat berkunjung ke Cina pada Maret. Megaproyek tersebut, ungkap dia, memang membutuhkan teknologi dan finansial yang sangat besar. Untuk kepastian nilai proyek, Agung mengaku, belum dapat dipastikan.

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berlebaran di Wilayah Konflik
WASHINGTON -- Hari Raya Idul Fitri adalah hari kebahagian bagi umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Namun tahun ini tidak...