Perizinan Industri Masih Dihantui 'Biaya Siluman'

Thursday, 09 February 2012, 20:19 WIB
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Organisasi buruh internasional (ILO) merilis survei Januari 2012 yang menyatakan korupsi masih menjadi penghambat utama bisnis. Banyaknya ‘biaya siluman’ semacam uang pelicin konon menjadi faktor yang menggerogoti bidang usaha.

Pelaku industri pertekstilan, Ade Sudrajat mengungkapkan masalah perizinan usaha di dunia ini memang tidak ada yang gratis. Namun, ia mengatakan semua kembali kepada masing-masing daerah yang menjadi lokasi bisnis.

“Semua tergantung pimpinan daerahnya pro industri atau tidak,” ujar Ade saat dihubungi Republika, Kamis (9/2). Menurut dia, jika dibandingkan dengan upah buruh, ‘biaya siluman’ yang digunakan untuk memperlancar izin usaha tidaklah seberapa.

Apa yang seharusnya tidak memakai uang namun dalam pelaksanaannya memakai uang, semua dilakukan untuk mempercepat bisnis. “Padahal pemerintah seharusnya memberikan pelayanan,” ujar dia.

Di era otonomi daerah, ia mengatakan semua izin usaha tergantung kepala daerah masing-masing. Ia mengungkapkan ‘biaya siluman’ yang ada memang digunakan untuk mempercepat bisnis. Ia mengibaratkan itu seperti layaknya kereta. Jika kelas ekonomi, maka cenderung lebih lama. Kelas bisnis, pasti lebih cepat. “Tapi kalau selisih ekonomi dan bisnis terlalu jauh ya mending cari tempat lain. Cari pimpinan daerah yang proindustri,” kata dia.

Biaya buruh, menurut dia tergantung industri masing-masing. Jika industri besar, sudah pasti membutuhkan biaya yang besar untuk upah buruh. Namun, itu sudah menjadi kewajiban bagi para pelaku bisnis.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih
Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. : "Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya." (HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...