Selasa, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 Januari 2018

Selasa, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 Januari 2018

Bank Commonwealth Gandeng Fintech untuk Layanan Digital

Jumat 12 Januari 2018 19:17 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

Layanan Digital. Petugas teller berjaga disalah satu Kantor cabang Bank Commonwealth di Jakarta, Kamis (12/10).

Layanan Digital. Petugas teller berjaga disalah satu Kantor cabang Bank Commonwealth di Jakarta, Kamis (12/10).

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Commonwealth, anak perusahaan Commonwealth Bank of Australia (CBA) berkolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk menyediakan produk dan layanan berbasis digital.

"Bank Commonwealth menyiapkan berbagai produk perbankan dan layanan berbasis digital, di antaranya Tyme Digital, Digital Branch, dan AutoInvest," ujar Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya kepada wartawan pekan ini. 

 

Ia menjelaskan, salah satu layanan Commonwealth yang berkolaborasi dengan fintech yakni Tyme Digital. "Kami fokus untuk mengembangkan Tyme Digital dengan fintech yang digunakan untuk pembukaan rekening. Buka rekening melalui Tyme Digital kurang dari 10 menit tanpa perlu datang ke kantor cabang," kata Ivan. 

 

Ia menyebutkan, sejak diluncurkan pada Agustus tahun lalu, nasabah yang membuka rekening lewat Tyme Digital terus bertambah. Bahkan, kini sekitar 80 sampai 90 persen nasabah menggunakan layanan digital tersebut untuk membuka rekening. 

 

"Diharapkan dalam dua sampai tiga tahun kemudian, bisa mencapai 100 persen nasabah membuka rekening lewat Tyme Digital," ujar Ivan. Dengan begitu, kata dia, efisiensi perusahaan bisa lebih meningkat. 

 

Ia menjelaskan, dengan bertambahnya nasabah memanfaatkan layanan digital, pekerjaan para karyawan Commonwealth pun berubah. "Kalau dulu banyak karyawan isi paper work, sekarang pekerjaan mereka lakukan analisis. Jadi bergeser pekerjaannya dari administrasi ke analitis," ujarnya.

 

Untuk membangun Tyme Digital, Ivan menyebutkan, perusahaan berinvestasi sekitar 5 juta dolar AS hingga 6 juta dolar AS di awal. Biaya pun bertambah seiring banyaknya fitur dan berproduksi. 

 

"Kami akan terus lakukan pengembangan Tyme Digital. Diharapkan nantinya tidak hanya berbentuk kios tapi juga aplikasi," kata Ivan. 

 

Ke depan, Tyme Digital tidak hanya bisa membuka rekening secara cepat tapi juga dapat melayani fasilitas pinjaman. "Rencananya dalam waktu dua sampai tiga bulan tahun ini, berarti semester I 2018, layanan fasilitas pinjaman di Tyme Digital sudah bisa dilakukan," tuturnya. 

 

Hanya saja, ia belum menyebutkan berapa plafon pinjaman yang akan disediakan pada layanan tersebut. "Saat ini ada beberapa plafon, tapi plafonnya tergantung faktor pekerjaan, risiko, dan kebutuhannya," tambah Ivan. 

 

Saat ini Tyme Digital tersedia di 50 titik di daerah Jabodetabek Surabaya, Bandung, dan lainnya. Total mesin Tyme Digital mencapai 50 unit.

 

"Tahun ini dalam waktu 12 bulan ke depan, kita ingin mesinnya ada sampai 300," ujarnya. Untuk membuka rekening melalui Tyme Digital, nasabah cukup meletakkan KTP dan NPWP pada mesin.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES