Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Wednesday, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Saham Tiga Sektor Ini Masih Jadi Incaran di 2018

Kamis 04 January 2018 15:30 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sektor-sektor pasar saham pada 2018 diprediksi tak banyak berubah dari 2017. Dengan program pembangunan yang masih berlanjut, 2018 diharapkan lebih baik.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, berdasarkan sektor, saham-saham yang jadi pilihan pada 2018 masih belum banyak berubah dari 2017, terutama perbankan, konsumer, dan konstruksi. Yang perlu diperhatikan adalah komoditas. Pada 2017 sektor ini masih meraba-raba dan memang ada kenaikan harga komoditas.

''Perlu diperhatikan apakah pada 2018 harga komoditas akan terus naik?'' kata Reza melalui sambungan telepon, Kamis (4/1).

Prospek IHSG pada 2018 tergantung kondisi tahun ini. Selama 2017 meski ada pelambatan beberapa sektor, masih ada peluang kenaikan sehingga pelambatannya temporal.

Bila melihat kondisi yang ada harusnya 2018 bisa lebih baik. Apalagi program pembangunan masih lanjut, alokasi dana pemerintah untuk pembangunan memberi sentimen positif ke pasar sehingga sektor-sektor terkait juga diharapkan bisa tumbuh.

Salah faktor pembatas pertumbuhan IHSG 2018 adalah kenaikan suku bunga The Fed, meski itu sudah harus diantisipasi pasar. Sebab rencana kenaikan suku bunga The Fed sudah berlangsung.

Menurut Reza, Bank Indonesia pasti mengantisipasi terutama terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. ''Kalau bisa antisipasi dengan baik, efeknya ke pasar juga bisa positif,'' ucapnya.

Faktor lain seperti rilis bulanan dan kuartalan dari BPS seperti inflasi, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi terbilang rutin dan bisa diantisipasi. Tapi yang harus diwaspadai adalah sentimen yang tiba-tiba seperti konflik Timur Tengah dan Semenanjung Korea atau kebijakan ekonomi Eropa dan Cina yang tidak terprediksi.

Bursa Efek Indonesia mencatat, pekan pertama Januari 2017 IHSG ditutup di level 5.347,02. Pada medio Maret 2017, IHSG mencetak rekor penutupan tertinggi di level 5.540,43. Pada awal April 2017, IHSG menembus level psikologis dengan naik ke level 5.676,98 atau menguat 7,18 persen sejak awal 2017.

IHSG terus melaju menuju angka 6.000. Menjelang akhir Oktober 2017, IHSG benar-benar melampaui angka psikologis tersebut dengan ditutup pada level 6.025,43 atau menguat 13,76 persen sejak awal 2017. Di akhir kuartal empat 2017 di hari terakhir bursa pada 29 Desember 2017, IHSG ditutup di level tertingginya, 6.355,65.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES