Jumat , 08 December 2017, 02:01 WIB

Konser Air Supply Sukses Dongkrak DPK Bank BJB

Red: Sandy Ferdiana
Edi Yusuf/REPUBLIKA
Bank BJB menggelar konser grup musik Air Supply dengan tema 40th Anniversary Live In Bandung di Trans Studio Bandung, Kamis(7/12).
Bank BJB menggelar konser grup musik Air Supply dengan tema 40th Anniversary Live In Bandung di Trans Studio Bandung, Kamis(7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  -- Bank BJB menggelar konser grup musik Air Supply dengan tema 40th Anniversary Live In Bandung di Trans Studio Bandung, Kamis(7/12). Konser Air Supply tersebut merupakan salah satu strategi Bank BJB dalam mendongkrak bisnis di akhir tahun.

Air Supply terakhir manggung di Indonesia pada Maret 2017 di Jakarta, bulan Desember 2017 di Surabaya, dan di Bandung merupakan agenda ketiganya. Dalam menyelenggaraan kegiatan ini, Bank BJB bekerjasama dengan Full Colour Entertainment.

Senior Vice President Divisi Corporate Secretary Bank BJB Hakim Putratama menyebutkan, Air Supply merupakan grup soft rock asal Australia dengan kedua pemainnya Graham Russell dan Russell Hitchcock. Graham Russell sebagai pemain gitar dan vocal serta Russell Hitchcock sebagai vokalis pendukung.

Kata Hakim, Air Supply memiliki banyak penggemar di seluruh dunia yang menjadikannya sebagai golden artists sampai saat ini. Dalam konser tersebut, Air Supply membawakan lagu-lagu populer mereka dari era 1980-an hingga 1990-an. Antara lain, Making Love Out of Nothing at All, I Can't Wait Forever, dan Goodbye.

Hakim menjelaskan, kegiatan ini sangat efektif untuk mendongkrak bisnis Bank BJB. Melalui program ini, pihaknya berhasil mendongkrak sejumlah nasabah dan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) baru. Penambahan DPK dan number of account (NoA) itu, papar dia, merupakan cara meningkatkan current account saving account (CASA).

Masih dikatakan Hakim, Bank BJB merupakan salah satu bank kompetitif di industri perbankan di Indonesia. Kinerja Bank BJB terus menunjukan trend positif di kancah nasional. Sepanjang Triwulan III 2017, pihaknya berhasil membukukan total DPK sebesar Rp 86,6 triliun atau tumbuh 18,6 persen year on year (yoy). Sementara total aset Bank BJB tercatat sebesar Rp 114,2 triliun atau tumbuh 12,5 persen yoy.