Kamis , 07 Desember 2017, 18:24 WIB

LPEI Salurkan Pembiayaan Hingga Rp 98 Triliun

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Nova Wahyudi
Foto udara perkebunan kelapa sawit di Belitung, Bangka Belitung, Jumat (16/12).
Foto udara perkebunan kelapa sawit di Belitung, Bangka Belitung, Jumat (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memprioritaskan penyaluran pembiayaan ke 10 komoditas unggulan pemerintah. Di antaranya kelapa sawit dan CPO.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly menyebutkan, sampai kuartal III 2017, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 98 triliun. Dengan begitu, perusahaan sudah hampir mencapai target pembiayaan tahun ini yang sebesar Rp 110 triliun.

Sebanyak 13 persen di antaranya pun disalurkan ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Untuk target-target tahun depan kita lagi godok sama Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Hanya saja tumbuhnya sekitar 10 persen setiap tahun untuk pembiayaan," kata Sinthya kepada wartawan di sela Media Coaching bertema 'Peran Pembiayaan Ekspor dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, di Batam, Kamis, (7/12).

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga meminta, agar LPEI meningkatkan porsi pembiayaan ke UMKM. "Pokoknya (tahun depan) di atas 15 persen, syukur-syukur bisa 20 persen. Makanya sekarang lagi dibicarakan karena angkanya masih diversifikasi," tutur Sinthya.

Tahun ini, kata dia, Indonesia Eximbank mulai fokus pula memasuki pasar ekspor nontradisional. Agustus lalu, misalnya, perusahaan sudah membuka pasar ekspor ke Afrika dan Nigeria.

"Memang (perusahaan) Indonesia tidak telalu masuk ke sana. Padahal Afrika pasar potensial," katanya.

Per kuartal III 2017, aset Indonesia Eximbank telah menembus Rp 108,675. Peningkatan tersebut cukup signifikan karena sebelumnya pada 2016 hanya Rp 100,669 miliar, lalu pada 2015 sebesar Rp 84,971.