Senin , 04 December 2017, 15:29 WIB

TKI Purna Diberi Pelatihan Menjahit

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
bri
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan Transmigrasi RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan BNP2TKI resmi membuka Pelatihan TKI Purna di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) milik Kemendes PDT dan Transmigrasi di Ciracas, Jakarta, Senin (4/12).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan Transmigrasi RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan BNP2TKI resmi membuka Pelatihan TKI Purna di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) milik Kemendes PDT dan Transmigrasi di Ciracas, Jakarta, Senin (4/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan Transmigrasi RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan BNP2TKI resmi membuka Pelatihan TKI Purna di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM) milik Kemendes PDT dan Transmigrasi di Ciracas, Jakarta, Senin (4/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Mendes PDT dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo, Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri, Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Direktur Utama BRI Suprajarto, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri RI. Kerja sama tersebut bertujuan memberikan pelatihan keterampilan bagi para TKI di Malaysia untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berwirausaha usai purna tugas menjadi TKI di Malaysia.

Pelatihan TKI Purna dilaksanakan pada 4-15 Desember 2017 dan diikuti oleh 30 peserta eks TKI di Malaysia. Para TKI akan diberikan pelatihan keterampilan di antaranya kerajinan tangan, menjahit, dan membuat makanan olahan. Selain itu untuk memberikan pedoman berwirausaha bagi para TKI, mereka akan diberikan wawasan ilmu mengenai kewirausahaan, manajemen keuangan, pemasaran, dan distribusi produk.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan Bank BRI memiliki keinginan agar TKI yang bekerja di luar negeri nantinya dapat kembali ke tanah air kemudian mendirikan usaha sendiri. Dengan pengalaman yang sudah ada, mereka dapat dibekali keahlian sehingga dapat membangun usaha di Indonesia.

Kerjasama BRI dengan KBRI Kuala Lumpur mengenai Pelatihan TKI Purna ini merupakan tindak lanjut dari MoU terkait layanan produk perbankan bagi TKI. "Sebagai persembahan kami kepada para pahlawan devisa negara, selain memberikan pelatihan bagi TKI purna, Bank BRI berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri," kata Suprajarto melalui siaran pers.

Selain menyediakan akses perbankan pada TKI, BRI juga berperan aktif dalam menyediakan dukungan finansial berupa KUR TKI, baik sebelum TKI berangkat, saat berada di luar negeri dan juga saat para TKI kembali ke tanah air. Dana KUR ini dimaksudkan untuk meringankan atau membantu biaya dokumen, kesehatan, pelatihan, kompetensi dan pemberangkatan TKI. Selain itu, Bagi TKI yang sudah purna tugas dan atau keluarga TKI yang ditinggalkan, BRI dapat memberikan KUR Umum sebagai dukungan finansial. Sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015 hingga pertengahan November 2017, tercatat BRI telah menyalurkan KUR untuk TKI sebesar Rp 166,6 miliar kepada lebih dari 13 ribu TKI.

Sebelumnya, pada Agustus 2017 BRI telah bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur dalam menerbitkan kartu pekerja Indonesia Malaysia (KPIM). Kemudian pada November 2017 Bank BRI dan KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dalam pemberian KUR bagi TKI di Malaysia. Kerjasama antara BRI dan KBRI Kuala Lumpur ini berlanjut dengan Pelatihan TKI Purna. Jumlah bantuan yang diberikan untuk kegiatan Pelatihan TKI Purna tersebut senilai Rp 206 juta.