Selasa , 05 Desember 2017, 03:52 WIB

Terjebak Macet? Sewa Helikopter di Jakarta Tarif Rp 7 Juta

Red: Nur Aini
Antara
Helikopter (ilustrasi).
Helikopter (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Layanan moda transportasi helikopter "Helicity" (Helicopter City Transport) dari PT Whitesky Aviation resmi diluncurkan guna melayani penerbangan singkat area Jakarta dan sekitarnya serta Bandung dan Banten.

Peluncuran moda transportasi berbasis penyewaan helikopter itu digelar di Jakarta, Senin (4/12) dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, serta sejumlah pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang aviasi.

CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengungkapkan perusahaan yang dikelolanya itu awalnya hanya melayani jasa transportasi untuk kegiatan pertambangan, perkebunan, dan pemetaan hingga evakuasi medis. "Kami melihat adanya potensi bisnis yang bisa dikembangkan, dengan menambah pendapatan yakni dengan mengembangkan Helicity ini," katanya.

Helicity akan melayani area Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya seperti Kepulauan Seribu, Banten hingga Bandung, berdasarkan rute yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

Layanan tersebut dipatok mulai dari Rp 7 juta per helikopter untuk empat hingga enam kursi untuk durasi terbang 15 menit ke wilayah Jakarta dan sekitarnya atau hingga Bandung.

Khusus 5 Desember 2017-5 Januari 2018, perusahaan menggelar program "Wonderful Joy Flight" yang merupakan program promo terbang keliling (sightseeing) Jakarta dengan biaya Rp 5 juta per helikopter. Melalui program itu, penumpang akan diajak terbang dalam 15 menit di atas tempat-tempat bersejarah di Jakarta, seperti Pulo Mas, Tanjung Priok, Ancol, Kota Tua, Senayan, hingga Semanggi. Ada pun perusahaan telah menyiapkan area lepas landas dan pendaratan helikopter di 250 titik di Jakarta dan sekitarnya.

Budi Karya mengapresiasi peluncuran layanan transportasi helikopter itu karena dapat melengkapi moda transportasi yang telah ada saat ini. Transportasi helikopter juga disebutnya memenuhi celah pasar baru yang belum tergarap. "Ini ada satu celah pasar, walau pun tipis, tapi duitnya banyak," ucapnya.

Budi mengatakan, transportasi helikopter akan sangat diandalkan untuk keperluan kegiatan kemanusiaan, terutama untuk layanan medis yang saat ini belum dapat terpenuhi.

Dalam kesempatan yang sama, Arief Yahya juga menyampaikan apresiasi atas layanan yang diharapkan dapat ikut mendukung pariwisata itu. Dengan layanan sekitar Jakarta serta Bandung, ia berharap akan ada dampak positif terhadap sektor pariwisata. Terlebih layanan itu juga telah tersedia di Kepulauan Riau yang menjadi salah satu pintu masuk utama Indonesia.

"Kalau mau berhasil di pariwisata, yang disasar itu pertama Bali, Jakarta, dan Kepri. Daya beli mereka memungkinkan untuk itu," ujarnya.


Sumber : Antara

Berita Terkait