Selasa , 14 November 2017, 18:24 WIB

Kapasitas Tanjung Priok Dinaikkan, Ini Reaksi Pelindo II

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini
Republika/ Yasin Habibi
Aktivitas bongkar muat ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (20/10).
Aktivitas bongkar muat ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Elvyn G. Masassya sebagai operator mengaku siap jika Pelabuhan Tanjung Priok kapasitasnya ditambah. Hal itu ia ungkapkan terkait Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang ingin pelabuhan tersebut kapasitasnya dinaikkan menjadi 15 juta TEUS. 

Elvyn mengatakan saat ini kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok baru sebesar tujuh juta TEUS namun penambahan bukan berarti tidak mungkin. "Kalau Menhub ingin 15 juta TEUS, jawaban saya itu relevan meski jika ada penambahan hanya bisa sampai 11 juta TEUS," kata Elvyn di Hotel Borobudur, Selasa (14/11).

Dia menegaskan Pelindo II sebagai operator siap jika akan ada penambahan kapasitas sampai 15 juta TEUS. Menurut Elvyn, Tanjung priok bisa menjadi pelabuhan transhipment.

Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, Elvyn mengatakan Pelabuhan Tanjung Priok harus memiliki infrastruktur yang memadai terlebih dahulu. "Kami sekarang punya 16 meter dan bisa menangani kapal besar," ujar Elvyn.

Elvyn menambahkan infrastruktur juga harus ditambah dengan peralatan moderen dan sistem yang memadai. Untuk itu ia memastikan, saat ini Pelindo II sudah menggunakan pola digitalisasi yang semuanya mengarah kepada elektronik. 

Sebelumnya, Budi menginginkan Tanjung Priok bisa menjadi pelabuhan transhipment untuk di Jakarta. Untuk mewujudkan hal tersebut, selain kapasitas yang ditambah, Budi menginginkan biaya logistik di pelabuhan tersebut lebih murah.