Selasa , 14 November 2017, 15:48 WIB

Holding Perkebunan Catat Laba Rp 921 Miliar

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Antara/Aditya Pradana Putra
Pekerja mengumpulkan hasil sadapan getah karet di perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di Ngobo, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/1).
Pekerja mengumpulkan hasil sadapan getah karet di perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di Ngobo, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 921 miliar per Oktober 2017. Jumlah itu tumbuh 214 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang merugi Rp 806 miliar. 

Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir mengatakan, peningkatan kinerja tersebut didukung oleh sejumlah faktor. Hal itu meliputi perubahan budaya kerja, peningkatan penjualan, produktivitas tanaman, efisiensi untuk menekan harga pokok, serta kenaikan harga komoditas.

"Holding Perkebunan Nusantara PTPN III juga mencatat kenaikan penjualan menjadi Rp 28,2 triliun. Nilai itu tumbuh 4,89 persen dibanding periode sama pada 2016 yang hanya Rp 26,9 triliun," kata Dasuki dalam Konferensi Pers, Selasa (14/11).

Kenaikan penjualan, kata dia, ditopang oleh peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) kebun sendiri sebanyak 12,06 persen. Didukung pula oleh naiknya produktivitasnya Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sebesar 12,06 persen dan Kernel kebun sendiri sebesar 3,57 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dasuki menyatakan, dari sisi perbaikan operasional manajemen juga membaik. Perseroan mencatat net operating cash flow senilai Rp 1,6 triliun atau naik 31,84 persen dibandingkan periode serupa di 2016 yang hanya Rp 1,2 triliun. 

"Kemudian, margin pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (Ebitda) perusahaan yang menjadi faktor fundamental perusahaan semakin membaik dan sehat pula. Per Oktober 2017, Ebitda perseroan meningkat 15,55 persen menjadi Rp 6,2 triliun sebelumnya pada periode sama 2016 sebesar Rp 5,4 triliun," kata Dasuki. 

Ia menegaskan, membaiknya kinerja tahun ini menunjukkan, program corporate turnaround sudah berjalan sesuai jalur. Apalagi, baginya perusahaan juga sudah berhasil melakukan efisiensi di semua lini operasional. "Misalnya, melalui penggunaan e-procurement sampai Oktober 2017, maka perusahaan berhasil lakukan efisiensi 6,42 persen," ujarnya.

Dasuki menjelaskan, program restrukturisasi keuangan yang bertujuan meningkatkan kinerja dan repayment capacity telah membantu pula menumbuhkan kinerja keuangan di semua PTPN. Sejumlah PTPN sebelumnya merugi tetapi kini mengalami perbaikan kinerja keuangan. Hal itu ditunjukkan dari menurunnya kerugian dibandingkan periode sama tahun lalu. PTPN I misalnya, pada 2016 sempat merugi hingga Rp 105 miliar, tahun ini kerugian menurun menjadi Rp 45 miliar.