Kamis , 09 November 2017, 18:36 WIB

Pertamina Tetapkan Target Produksi Hingga 2023

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda
Rahayu Subekti/REPUBLIKA
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso menjelaskan mengenai kesiapannya untuk menjaga produksi Blok Mahakam di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/11).
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso menjelaskan mengenai kesiapannya untuk menjaga produksi Blok Mahakam di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sudah menetapkan target produksi Blok Mahakam. Direktur Utama PHI Bambang Manumayoso menegaskan, meski ada penurunan tapi PHI akan berusaha menjaga tingkat produksi terus naik.

Bambang mengatakan untuk produksi gas pada 2018 telah ditetapkan sebesar 1.100 juta kaki kubik per hari (MMSCFSD). "Sementara untuk 2019 nanti gas diperkirakan naik menjadi 1.207 MMSCFD dari kondisi seharusnya sekitar 782 MMSCFD," kata Bambang di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/11).
 
Selanjutnya pada 2020, produksi pun diproyeksikan naik menjadi 1.268 MMSCFD dari kondisi seharusnya 551 MMSCFD. Sementara angka produksi berada pada kisaran 1.200 MMSCFD akan tetap bertahan hingga 2022 tanpa upaya penambahan pengeboran sumur yakni 274 MMSCFD.
 
Hingga pada 2023, produksi gas Blok Mahakam diperkirakan masih berada di kisaran 1.122 MMSCFD. "Angka ini yang akan kami jaga pada 2023 ketika kondisi sesungguhnya produksi hanya 193 MMSCFD tanpa upaya penambahan produksi," ungkap Bambang.
 
Hanya saja, Bambang merasa untuk mencapai target tersebut, harga minyak pada tahun mendatang juga menjadi pertimbangan. Meskipun begitu, Bambang memastikan PHI sudah menyiapkan berbagai strategi untuk tetap menjaga produksi migas dengan memastikan keberlangsungan kegiatan pemboran dan Well Intervention di wilayah kerja Mahakam pada saat peralihan dari Total E&P Indonesie (TEPI) ke Pertamina pada 1 Januari 2018.
 
Selain itu, menurut Bambang PHI juga sudah menyelesaikan lima rencana pengembangan lapanganpada 2017 untuk mendukung kegiatan pemboran pada tahun 2018. "Kami akan melaksanakan optimalisasi pengadaan rig dan material untuk menunjang kegiatan pengeboran," ujar Bambang.
 
Untuk itu, Bambang menegaskan PHI berkomitmen untuk menjaga serta meningkatkan produksi ketahanan energi nasional, mengembangkan SDM yang ada, serta meningkatkan pemanfaatan inovasi teknologi. Semua itu, kata dia, bermuara pada penguatan bisnis sektor hulu.