Rabu , 08 November 2017, 16:21 WIB

Sudah Lama Diterapkan, Registrasi SIM Card Mengapa Diperdebatkan?

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Budi Raharjo
republika
Cara registrasi sim card
Cara registrasi sim card

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Registrasi sim card menjadi satu pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Padahal registrasi ini memang kerap dilakukan setiap pelanggan membeli kartu perdana baru. Jika ditelusuri kewajiban ini pun telah ada sejak 2005 melalui proses masyarakat mengisi data-data sebenarnya.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, Merza Fachys mengatakan perubahaan kebiasaan mendaftar telah bergeser dari 12 tahun lalu. Dulu, pelanggan masih senang memasukkan nama sebenarnya, alamat sebenarnya dan tanggal lahir sebenarnya. Dari situ operator mengapresiasi masyrarakat dengan memberikan layanan kemudahan yang dapat dinikmati masyarakat.

"Operator memberikan kemudahan, namun, lama kelamaan sayangnya 12 tahun berlalu, perubahan kebiasaan mendaftar makin hari orang semakin tidak senang memasukkan nama sebenarnya," ujar Merza di Jakarta.

Sebagai informasi, Merza menceritakan, di dalam mesin-mesin operator tersimpan kurang lebih 360 juta nomor aktif. Jika ditelusuri banyak nama dan data tidak benar. "Ada nama satu dua tiga, James Bond. Mengapa diterima? Karena kami tidak bisa memvalidasi dengan data apapupun," ujarnya.

Oleh karena itu pihak operator seluler sangat berterimakasih atas terselenggaranya proyek e-ktp, yang salah satu tujuannya adalah memiliki national database. Pengisian data penduduk Indonesia benar diyakini dengan dasar proses yang benar langsung dari masing-masing orang sehingga data pelanggan bisa divalidasikan melalui database dari Dukcapil tersebut.

Pekerjaan rumah berikutnya menurutnya adalah bagaimana operator seluler saat ini mempersiapkan pendaftaran atau pembetulan jalur daftar dalam waktu yang tidak terlalu lama dan valid sehingga nantinya tercapai kebenaran data pelanggan samapi batas waktu yang ditentukan. "Maka tidak akan ada data-data ngawur lagi," tutupnya.