Senin , 06 November 2017, 02:24 WIB

Warga Sekitar Sambut Baik Program CSR Ancol

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Budi Raharjo
Ist
Logo Ancol
Logo Ancol

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pembangunan Jaya Ancol memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat di sekitarnya. Masyarakat sekitar Ancol, Jakarta Utara mendapatkan manfaat atas program tersebut, yaitu adanya sekolah gratis dan pelatihan pada ibu-ibu PKK.

Pada hari Jumat (3/11) Republika berkesempatan mengunjungi Sekolah Rakyat Ancol 2 yang berlokasi di dekat Taman Impian Jaya Ancol. Sekolah yang menginduk kepada SMP 95 Jakarta Utara tersebut terdiri dari tiga kelas, yaitu 1 SMP hingga 3 SMP. Selain ini Kelurahan Ancol, juga terdapat Sekolah Rakyat Ancol 1 yang berlokasi di Kelurahan Pademangan Barat.

"Ada kelas satu sampai tiga, masing-masing satu kelas. Jumlah muridnya 120 anak total dari dua SMP," kata Manager CSR, Rengganis, saat ditemui di Sekolah Rakyat Ancol 2.

Program mendirikan sekolah gratis ini telah dimulai sejak 2004. Target sekolah tersebut adalah untuk memberi pendidikan kepada anak-anak usia SMP yang kurang mampu. Rengganis juga menambahkan, Sekolah Rakyat Ancol memiliki berbagai kegiatan baik itu ekstrakurikuler dan juga perlombaan.

Beberapa waktu lalu, siswa-siswi dari Sekolah Rakyat Ancol sempat mengikuti lomba cerdas cermat Lomojari yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud. Selain itu, ada juga ekstrakurikuler kesenian angklung, dan yang belum lama dibentuk yaitu memanah.

"Anak-anak ini kan berasal dari keluarga kurang mampu, ekskul kesenian itu juga untuk memberikan rasa percaya diri ke mereka. Kami dorong lewat ekskul kesenian," ujar Rengganis.

Terkait bidang pendidikan, PT Pembangunan Jaya Ancol bekerjasama dengan Karang Taruna Pademangan dan Komunitas Teens Go Green membuat perpustakaan keliling. Hingga saat ini, perpustakaan keliling tersebut telah beroperasi sekitar Jakarta Utara.

"Perpustakaan keliling ini memang tujuannya ke sekolah-sekolah yang belum ada perpustakaannya. Bukunya ada macam-macam, ada yang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," kata Rengganis.

Kepada ibu-ibu PKK, diadakan juga pelatihan membuat sabun dan garam mandi. "Sabunnya sabun ramah lingkungan. Lalu garam mandi, gunanya buat terapi, melembabkan kulit, dan mengangkat sel kulit mati," kata Ketua PKK Kelurahan Ancol, Utami, ketika ditemui di pendopo Sekolah Rakyat Ancol 2 bersama anggota PKK lainnya.

Sejak tahun 2015, PKK Kelurahan Ancol mendapatkan pelatihan membuat sabun dan garam tersebut. Sejak saat itu, bisnis sabun dan garam mandi tersebut terus meningkat dan hingga saat ini telah dipesan oleh banyak tempat.

Utami menerangkan, produk PKK Kelurahan Ancol tersebut telah sampai ke seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sabun dan garam mandi sudah terdistribusi ke Cirebon, Madura, hingga Bangka Belitung. "Awalnya kami jual di kelompok PKK sendiri, lalu sekarang kami jual lewat media sosial," ungkap Utami.

Sabun dan garam mandi yang dijual pun terbilang cukup unik. Salah satu sabun yang menarik dibuat dari ampas kopi. Selain aromanya yang menenangkan, ampas kopi juga menambah kelembutan kulit. Menurut Utami, sabun tersebut adalah yang paling banyak dipesan.

Utami mengungkapkan, adanya pembuatan sabun dan garam mandi tersebut bisa membawa nama baik PKK yang ia pimpin. Selain para anggotanya memiliki keahlian baru, adanya sabun dan garam mandi juga menjadi kebanggan PKK Kelurahan Ancol. "Ini buat kebanggaan kami juga. Orang-orang kan jadi tahu kalau ibu-ibu PKK Ancol itu sukses memproduksi sabun dan garam lalu dijual," kata dia.

Selain kepada anggota PKK, ibu-ibu di sekitar Ancol pun mendapatkan pelatihan lainnya. Salah satunya adalah Nunung, yang membuat bubur balita juga menjaga Warung Hijau Ancol.

"Awalnya ada kue-kue. Sekarang ada makanan rumahan yang dijual di Ancol untuk karyawannya juga. Selain itu, bubur bayinya sudah mendapat pesanan dari posyandu sekitar sini. Kami juga kadang memberi bantuan makanan kalau sedang ada musibah banjir atau kebakaran," terang Nunung.

Warga sekitar Ancol merasa bersyukur atas segala pelatihan-pelatihan dan fasilitas lain yang disediakan. Mereka berharap, program-program selanjutnya juga akan berjalan dengan baik. "Kami dari PKK menyambut baik, terimakasih atas pendampingannya. Diharapkan untuk program berikutnya berjalan dengan baik," kata Utami.