Rabu , 01 November 2017, 09:35 WIB

Adaro Kantongi Kenaikan Pendapatan 37 Persen

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Prayogi
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir.
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adaro Energy, Tbk berhasil membukukan pendapatan usaha hingga September 2017 sebesar 2,439 miliar dolar AS. Pendapatan ini naik 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Adaro Energy, Gharibaldi Tohir atau kerap disapa Boy Tohir ini menjelaskan salah satu faktor pendukung kenaikan pendapatan usaha adalah naiknya harga jual dengan rata rata kenaikan 42 persen. Selain itu, kata Boy pendapatan juga ditopang dengan habis terjualnya stok produksi selama ini. 

Sepanjang Januari-September 2017, tercatat produksi batu bara Adaro mencapai 39,36 juta ton. Sementara penjualan batu bara mencapai 39,44 juta ton.

"Pencapaian kinerja yang baik ini mencerminkan fokus Adaro yang berkelanjutan terhadap keunggula operasional di seluruh bisnisnya serta peningkatan harga batubara seiring semakin membaiknya kondisi pasar," ujar Boy melalui keterangan tertulisnya kepada Republika, Rabu (1/11).

Boy menjelaskan hingga akhir tahun 2017 nanti Adaro akan tetap menjaga posisi sehingga bisa lebih maksimal dalam meraup pendapatan. Efisiensi juga dilakukan oleh Adaro, untuk menghadapi tantangan pasar baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk bisa mempertahankan posisi, Boy menjelaskan Adaro mencadangkan likuiditas sebesar 1,598 miliar dolar AS. Sedangkan dari pendapatan yang didapat hingga September 2019 ini, Adaro bisa mengantongi laba inti sebesar 459 juta dolar AS. Laba inti ini naik 76 persen dari tahun 2016.

"Proyek proyek ketenagalistrikan dan jasa pertambangan dan logistik juga menunjukan perkembangannya. Proyek proyek ini menunjukan hasil yang baik," ujar Boy.

Dari kinerja hingga September 2017 ini, maka setidaknya Adaro memberikan kontribusi ke negara sebesar 254 juta dolar AS dalam bentuk royalti dan 325 juta dolar AS dalam bentuk pajak.

"Kita ingin terus juga berkontribusi untuk negara," ujar Boy.